Kamis, 11 November 2010

Boumsong tidak masuk daftar

Penyerang Persikabo asal Kamerun yang JP Buomsong tak masuk dalam daftar pemain yang didaftarkan ke Badan Liga Indonesia (BLI) sebagai skuad Laskar Pajajaran. Dengan hal ini dipastikan ia tak akan memperkuat tim Bumi Tegar Beriman hingga pertengahan musim kompetisi 2010-2011.
Keputusan terpaksa diambil oleh pengurus karena mantan penyerang Persikad Depok itu mengalami cedera yang tak kunjung sembuh. Dengan keputusan ini, maka Persikabo dipastikan mengalami kerugian, karena kontrak Buomsong tetap dilanjutkan.
Mantan manajer Persikabo, Edison Hutahean menilai keputusan itu merupakan sangat tepat. Pasalnya jika tetap dipaksakan tetap tak akan memberi kontribusi bagi tim. “Lebih baik tidak didaftarkan. Cederanya cukup parah, jadi hanya akan memenuhi tim kalau tetap di daftarkan,” ujarnya.
Edison yang juga masuk dalam jajaran pengurus Persikabo menuturkan, untuk mengisi kekosongan itu pihaknya kini tengah mencari penggantinya. Namun hingga kini pengurus belum mengantongi kandidat yang akan masuk skuad tim kesayangan warga Kabupaten Bogor itu. “Kemungkinan besok (hari ini.red) akan ada ada yang ikut seleksi. Tapi entah siapa yang datang saya tidak tahu,” kata anggota DPRD Kabupaten Bogor itu.
Menanggapi hal tersebut, Headcoach Persikabo Meiyadi Rakasiwi mengaku sangat menyesalkan hal tersebut. Pasalnya tenaga Boumsong masih di butuhkan di tim. Namun ia juga tak bisa memaksakan, karena kondisi mantan anak asuhnya itu sudah cukup parah.
Mantan pemain PSMS medan ini menegaskan, sebenarnya pemain asing sangat besar peranannya dalam tim. Karena bisa mendongkrak mental pemain yang lain. “Mau bagaimana lagi. Kalau itu sudah menjadi keputusan kita tak bisa apa-apa,” keluhnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif LSM GEMAK, Sanja Al Madhari mengatakan, lebih baik manajemen mencoret saja Boumsoung dengan klausul kontrak dua bulan gaji. Ketimbang dipertahankan namun tidak memberikan kontribusi, sama saja makan gaji buta.
“ Ketimbang ada pemain asing yang makan gaji buta. Lebih baik uangnya diberikan kepada pembinaan sepakbola dini. Atau lebih baik diberikan kepada hal hal yang lebih positif. Kan lumayan selama setengah musim ia dikontrak Rp 300 juta. Tapi, ia tidak bisa memberikan kontribusi buat tim. Saya pikir manajemen Persikabo salah langkah dengan mengontrak pemain yang sudah jelas jelas cedera sesuai pemeriksaan medis. Buat apa ada pemeriksaan medis, kalau akhirnya mengontrak pemain cedera,” jabar Sanja dengan tegas.

sumber: pakuan Raya Online

Tidak ada komentar:

Posting Komentar