“Atmosfer sepak bola Indonesia sedang bergejolak. Pasalnya, publik gerah dan akhirnya buka suara terkait bobroknya prestasi sepak bola negeri ini. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), ditengarai harus bertanggungjawab atas masalah ini.
Anggota Kongres Sepak Bola Nasional (KSN), Sumohadi Marsis mengatakan, kompetisi yang sedang bergulir di Indonesia harus dibenahi baik konten dan kualitas. Perbaikannya harus dijalankan secara konsisiten dan berlanjut. “Kalau sudah berjalan dan menjadi tradisi, dengan sendirinya prestasi akan diukir,” ujarnya kepada Bolanews.com, Senin (8/3).
Selanjutnya, penggunaan pemain asing juga harus dibatasi. Kalau sekarang diperbolehkan menggunakan lima pemain luar, besok hanya tiga. Itupun, kalau bisa hanya dua orang yang boleh tampil, katanya.
“Pengurangan jumlah pemain asing punya tujuan agar memberikan ruang dan kesempatan buat pemain lokal untuk menunjukan kemampuannya. Kalau sering dikasih kesempatan artinya, banyak pemain lokal yang akan berkembang,” jelasnya.”
Saya tidak habis berpikir kenapa hanya pemain asing yang di salahkan atas prestasi yang kurang baik dari TIMNAS indonesia…. Sulit rasanya menbayangkan sebuah kompetisi di negara mana pun tanpa kehadiran pemain asing. Pemain asing menjadi daya tarik tersendiri untuk kompetisi lokal. Tanpa pemain asing Kompetisi tidak akan menarik perhatian penonton dan sponsor.
Pemain asing yang berlaga di ISL dan Divisi Utama disaring terlebih dahulu oleh BLI, agar kualitas mereka sedikitnya bisa di ukur, berkaitan dengan kebutuhan kompetisi ISL dan standart yang telah di tetapkan. Soal Verifikasi Pemain asing, hanya LIGA Indonesia yang melakukan itu.
Persoalan di Indonesia bukan pemain asing sebenarnya. Justru berkat kehadiran pemain asing dan organisasi sepakbola di BLI, walaupun belum sempurna, rating LIGA indonesia sudah termasuk 4 atau 5 besar ASIA.
Persoalan sepakbola Indonesia adalah kurangnya perhatian untuk YOUTH DEVELOPMENT atau pembinaan usia muda. Di Sekolah sekolah sepakbola tidak ada pemain asing sebenarnya…karena mereka itu datang ke Indonesia untuk memperkuat tim yang sudah lama terbentuk. Pemain yang akan memperkuat TIMNAS di masa yang akan datang harus di bentuk dari sekarang mulai dari SSB sampai U-14, U-18, U-21…..
Untuk menbentuk pemain yang berkualitas ada beberapa faktor penting:
1.Waktu.
2.Dana.
3.Pelatih dan staf yang berkualitas,
4.Infrastruktur yang memadai.
Semua ini belum di miliki INDONESIA:
1.INDONESIA tidak mau ambil waktu karena semua Klub mau raih sukses secara instan tanpa persiapan yang matang.
2.Indonesia tidak punya dana, atau dana itu tidak di alokasikan dengan baik.
Pembentukan pemain butuh dana yang tidak sedikit. Di semua Negara sepakbola bisa bangkit dan maju berawal dari investasi pemerintah. Investasi untuk masa depan dan kebangkitan sepakbola NASIONAL.
Swasta dapat meneruskan usaha pemerintah tetapi tidak akan memulainya. Deteksi, penyaringan, pembentukan pemain itu seharusnya di lakukan dengan skala yang luas. Hanya pemerintah yang punya wewenang dan kepentingan untuk memulai program secara NASIONAL.
3.Indonesia tidak punya Pelatih yang cukup,
Semua pelatih hanya fokus di tim LIGA SUPER atau DIVISI UTAMA. Tidak ada yang
perhatikan bibit bibit mudah.
Banyak pelatih pelatih di Indonesia tidak punya pengetahuan cukup tentang sepakbola internasional dan perkembangan metode metode latihan. Saya jarang dengar ada pelatih Indonesia ikut kursus di Luar negeri untuk memeperluas wawasan. Padahal hanya dengan cara itu saja orang biasa belajar.
4.Infrastruktur stadion dan SSB harus di benahi. Semua standar masih sangat rendah di klub (rumput stadion latihan, mess, perlengkapan latihan…).
Sepakbola itu bukan hanya ISl atau Divsi utama. Sepakbola perlu di benahi dari dasar. Secara Nasional harus menetapkan stándarisasi SSb, Standardisasi pelatih pelatih. Dari pelatih sampai tukang Kebun yang merawat lapangan harus bisa di andalkan.
Kalau semua itu sudah di atur dengan baik baru bisa fokus ke prestasi dan menetapkan target, Apabila target meleset, jangan putus asa tetapi harus menperbaiki lagi agar target berikut tidak melesat lagi.
Peman asing seharusnya hanya jadi pelengkap di tim. Penyempurna saja. Sedangkan di berapa tim di Indonesia Pemain Asing di jadikan dasar kekuatan utama. Langkah itu salah. Apabila pembinaan berhasil di jalankan dengan benar, Klub klub nanti akan fokus ke pemain asing yang benar benar pantas untuk di rekrut. Bukan lagi pemain asing dengan kemampuan biasa biasa saja.
source: bolanews.com