
Sebenarnya Laskar Pajajaran muda yang turun dengan skema 3-5-2 bisa menambah pundi-pundi golnya. Namun karena kurang apiknya koordinasi serta penyelesaian akhir, pasukan Saeran harus puas dengan kemenangan 1-0.
Asisten Manajer Suratin Persikabo, Yudi Agus Sholeh mengatakan, jika melihat hasil pertandingan, ia cukup puas karena sukses menerapkan pola permainan yang diinstruksikan pelatih. Akan tetapi, nampaknya Persikabo junior harus lebih dipoles dari segi mental agar mampu keluar dari tekanan tim lawan.
“Kalau hasilnya saya puas, karena mereka bermain sesuai instruksi. Tapi yang harus menjadi sorotan adalah mental pemain. Karena kekuatan mental bisa membuat tim bermain baik atau bahkan buruk,” ujarnya saat dihubungi Radar Bogor via telepon genggam.
Maka dari itu, sambung dia, Laskar Pajajaran muda harus menjalani laga uji coba selama empat kali dalam seminggu.
Dengan catatan, tidak beristirahat pasca latihan dan langsung bertanding. “Kami sengaja melakukan itu agar mereka (pemain, red) bisa mengatasi tekanan mental di lapangan. Lawannya pun kami pilih yang punya skill di atas,” jelas pemilik klub Prahara FC ini.
Lebih lanjut kata dia, sore ini Persikabo U-18 kembali melakukan laga eksebisi kontra PERY Selection dan skuad Porda 2010 yang dilebur menjadi satu tim di Stadion Persikabo Cibinong.
“Kita sengaja mencari lawan yang lebih baik, karena bisa mengangkat mental tim. Kami juga tidak mencari kemenangan, yang penting anak-anak bermain sesuai instruksi dan menunjukkan grafis permainan yang meningkat,” tutur Yudi.
Ia optimis, bila laga serupa rutin dilakukan, Laskar Pajajaran muda bakal menjadi momok di tingkat Jawa Barat, dan tak menutup kemungkinan bisa meraih podium pertama.
source: radar bogor
Asisten Manajer Suratin Persikabo, Yudi Agus Sholeh mengatakan, jika melihat hasil pertandingan, ia cukup puas karena sukses menerapkan pola permainan yang diinstruksikan pelatih. Akan tetapi, nampaknya Persikabo junior harus lebih dipoles dari segi mental agar mampu keluar dari tekanan tim lawan.
“Kalau hasilnya saya puas, karena mereka bermain sesuai instruksi. Tapi yang harus menjadi sorotan adalah mental pemain. Karena kekuatan mental bisa membuat tim bermain baik atau bahkan buruk,” ujarnya saat dihubungi Radar Bogor via telepon genggam.
Maka dari itu, sambung dia, Laskar Pajajaran muda harus menjalani laga uji coba selama empat kali dalam seminggu.
Dengan catatan, tidak beristirahat pasca latihan dan langsung bertanding. “Kami sengaja melakukan itu agar mereka (pemain, red) bisa mengatasi tekanan mental di lapangan. Lawannya pun kami pilih yang punya skill di atas,” jelas pemilik klub Prahara FC ini.
Lebih lanjut kata dia, sore ini Persikabo U-18 kembali melakukan laga eksebisi kontra PERY Selection dan skuad Porda 2010 yang dilebur menjadi satu tim di Stadion Persikabo Cibinong.
“Kita sengaja mencari lawan yang lebih baik, karena bisa mengangkat mental tim. Kami juga tidak mencari kemenangan, yang penting anak-anak bermain sesuai instruksi dan menunjukkan grafis permainan yang meningkat,” tutur Yudi.
Ia optimis, bila laga serupa rutin dilakukan, Laskar Pajajaran muda bakal menjadi momok di tingkat Jawa Barat, dan tak menutup kemungkinan bisa meraih podium pertama.
source: radar bogor
Tidak ada komentar:
Posting Komentar