Kamis, 07 Juli 2011

Pemain Setuju Peter Jorg

CIBINONG-Rencana Persikabo meminang mantan pelatih Medan Chief, Peter Jorg, ternyata mendapat respons positif dari pemain dan insan sepakbola Kabupaten Bogor.

Respons positif tersebut muncul karena karakter entrenador asing tersebut sulit diintervensi pihak luar, sehingga situasi kondusif dalam tim bisa tetap terjaga.
 Pemain belakang Persikabo, Saepulloh Maulana mengatakan, pelatih asing adalah sosok yang tepat untuk membesut Laskar Pajajaran di musim kompetisi Divisi Utama 2011-2012.
 Karena, bisa lebih objektif dalam menilai dan menurunkan skuad, tanpa melihat legiun bintang atau tidak. “Saya setuju pelatih asing, sebab kebanyakan mereka sulit diintervensi, jadi bisa memberi kesempatan putra daerah bermain,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.

Menurut dia, sosok Peter Jorg juga sudah memiliki pengalaman serta wawasan luas seputar olahraga si kulit bundar.  “Kalau pelatih asing dapat mengubah karakter permainan tim, dengan memoles skill melalui wawasan baru yang diberikan dan diterapkan. Sehingga, dapat merealisasikan target ISL,” tegas dia.

Hal senada diungkapkan ujung tombak Laskar Pajajaran, Zaenal Arief. Menurut dia, kehadiran pelatih asing di tubuh Persikabo dapat memberikan warna tersendiri dan mengubah karakter permainan tim. Serta, mampu menanamkan kedisiplinan yang tinggi kepada semua pemain.
 
“Pada dasarnya, siapa pun pelatihnya, saya setuju karena sebagai pesepakbola profesional harus bisa menerima apa pun keputusannya. Apalagi kalau dilatih pelatih asing, saya sangat setuju,” jelas mantan penggawa timnas Garuda ini.
  Sementara itu, stoper andal Donny Fahamsyah menegaskan, pelatih asing memang dibutuhkan Laskar Pajajaran ji­ka memiliki target serius menembus ISL. Mengingat, selama ini kedisiplinan kurang ditanamkan di tubuh Persikabo.

“Mudah-mudahan saja pelatih asi­ng bisa mengubah karakter permai­n­an Persikabo,” singkat dia.
Dalam kesempatan terpisah, pengamat se­pakbola, Herson Hizkia menuturkan, siapa pun pelatihnya, Persikabo harus bisa memberikan kesempatan bagi putra daerah untuk menjadi starting line up, serta tak membeda-bedakan pemain.

Selain itu, arsitek asing juga sulit mendapat intervensi dari luar dan selalu menilai pemain berdasarkan kemampuan individu, kedisiplinan, me­ntal serta kolektivitas dalam bermain.

“Siapa saja saya setuju, apalagi kalau pelatih asing. Yang penting memberi kesempatan bagi putra daerah,” pungkasnya.source: radar bogor

Tidak ada komentar:

Posting Komentar