CIBINONG - Kendati telah mendapatkan tawaran resmi untuk bergabung dengan Bogor Raya FC , salah satu kontestan Liga Primer Indonesia asal Bogor, namun Erik, Septian, Mumin, dan Safuloh mengaku sangat mencintai Persikabo dan siap all out, mati-matian untuk Persikabo dalam kompetisi Divisi Utama Ligina.
"Saya orang Kabupaten Bogor, maka sudah menjadi impian bagi saya untuk memberikan yang terbaik bagi tim Persikabo. Kami siap berdarah-darah membela Persikabo musim depan. Saya punya impian memberikan prestasi menuju Superliga bagi Persikabo. Sebelum saya membawa Persikabo ke Superliga. Maka saya masih tetap akan membela Persikabo," ujar Erik Ebol dengan tegas.
Hal senada dikatakan Septian, pemain berdarah Cina ini tetap akan membela Persikabo kalau memang masih dibutuhkan oleh pengurus dan manajemen Persikabo musim depan. Bahkan, kalaupun ia harus pindah klub, kemungkinan ia tidak mau ke Bogor Rayab FC. " Intinya saya tetap ingin membela Persikabo, ingin memberikan prestasi terbaik bagi Persikabo. Saya siap all out dan mati-matian bagi Persikabo musim depan." Ujar Encek panggilan akrab dari Septian.
Pengakuan serupa juga dilontarkan Mumin dan Saepuloh yang mengatakan mereka tidak mau pindah ke klub lain sebelum Persikabo lolos ke Superliga. "Kami sebagai putra daerah Kabupaten Bogor asli, kami sama-sama punya cita-cita ingin menjadi bagian sejarah dari tim Persikabo untuk menembus target Superliga. Kami tetap ingin bermain bagi Persikabo. Kami siap memberikan yang terbaik bagi tanah kelahiran saya yakni Kabupaten Bogor," ujar Mumin.
Menyikapi obsesi para pemain lokal Kabupaten Bogor tersebut, Edison Hutahean salah seorang pengurus teras Persikabo mengatakan, ia merasa bangga dengan sikap ksatria dan pejuang para pemain asli Kabupaten Bogor tersebut. "Manajemen tim akan mempertahankan para pemain yang memang punya daya juang dan loyalitas tinggi kepada Persikabo. Sebaliknya manajemen dan pengurus Persikabo akan mencoret para pemain yang memang tidak punya dedikasi untuk memberikan yang terbaik bagi Persikabo," ujar Edison Hutahean dengan bangga.
source: pakuan raya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar