GM Persikabo kemungkinan RY akan memberikan kepada tiga orang yang memang dipercaya untuk menukangi skuad kebanggan masyarakat Kabupaten Bogor seperti H. Rudi Ferdian, Ridwan Ardiwinata dan Zaenal Syafrudin.
"Soal manajerial tim Persikabo akan kita tentukan lewat rapat pengurus Persikabo dalam waktu dekat ini. Saya masih ada pekerjaan yang lain. Namun bukan berarti saya melepaskan tanggung jawab saya sebagai Ketua Umum Persikabo. Kita juga harus mencermati soal atmosfir sepakbola nasional pasca Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI dan ada pengurus baru yang berasal dari kubu pembaharuan. Kita lihat saja dulu dalam beberapa hari kedepan tentang kebijakan yang akan dilakukan Kabinet baru PSSI," papar RY tegas.
Menyinggung siapa yang layak dan akan menjadi Pelatih Persikabo musim depan, secara tegas RY mengatakan, saat ini memang sudah banyak wacana soal pelatih ideal untuk menukangi Persikabo musim depan.
" Ada yang menjagokan Suimin Diharja, Peter Jorg, Arcan Iurie, Jhon Arwandi dll. Saya tidak akan terlalu jauh soal urusan penetapan pelatih musim depan. Karena itu kewenangan dari manajerial tim. Saat ini saya sedang berpikir bagaimana caranya Persikabo tetap eksis walupun tanpa dibantu dari dana APBD. Karena semua tim peserta kontestan Divisi Utama Ligina dan Superliga untuk musim depan sudah diharamkan menerima bantuan APBD. Urusan siapa yang akan menjadi pelatih mutlak urusan manajerial tim terpilih," kilah RY lagi.
source: pakuan raya
Jumat, 15 Juli 2011
CIBINONG (Bogor Online)- Tim Persikabo U-18 yang akan berlaga diajang kompetisi Liga Remaja atau Piala Suratin Zona Jawa Barat di Cimahi dilepas oleh Bupati Bogor H. Rachmat Yasin di Pendopo Komplek Perkantoran Pemkab Bogor , Cibinong, Kamis (14/7). Sebelum berangkat tim ini sudah melakukan persiapan selama empat bulan.
Saat melepas keberangkatan Tim Persikabo U-18, Rachmat Yasin mengatakan, untuk mencapai status juara sejati, sebuah tim harus berjuang dari bawah. Para atletnya mesti menapaki tangga juara pada setiap event yang diikutinya.
“Untuk memenangi sebuah permainan, tentu ada syarat yang harus dipenuhi antara lain memiliki kemampuan dalam mengendalikan dan menguasai permainan,” ujar bupati.
Dalam sepakbola, lanjutnya, persyaratan itu belum cukup. Para pemain harus pula dibekali kesiapan dan kemampuan dalam menjaga keutuhan dan kekompakan tim. Bagi bupati, tidak penting proses dan hasilnya, yang penting Tim U-18 harus menampilkan permainan terbaiknya di Cimahi.
Sekalipun prinsip di dalam olahraga tidak ada lawan yang lemah atau semua lawan itu kuat, lanjut dia, tetapi sekuat apapun lawan, tidak ada yang tidak bisa dikalahkan.
“Semua bisa dikalahkan, itulah tekad yang harus dipegang oleh Tim Persikabo U-18 sehingga dapat mempersembahkan predikat juara di event tingkat Jabar ini,” ungkap Rachmat.
Manajer Tim Persikabo U-18, HM Ridwan menjelaskan, para pemain yang akan berlaga di ajang kompetisi Liga Remaja Piala Suratin Zona Jawa Barat ini, sebelumnya telah melakukan persiapan selama empat bulan dalam bentuk berbagai uji coba.
“Mudah-mudahan persiapan yang kami lakukan ini dapat membawa tim lebih solid lagi dalam menghadapi pertandingan yang diikuti oleh 20 perserikatan. Kami harapkan Tim U-18 dapat meraih predikat juara tingkat Jawa Barat,” ungkap Ridwan.
Di ajang Piala Suratin tersebut, Tim Persikabo U-18 satu grup dengan Persikasi Bekasi, Petro Bekasi, tim dari Karawang, dan tim tuan rumah Cimahi. Seusai mengikuti Piala Suratin, Tim U-18 akan dipersiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Daerah (PORDA) 2014.
Pada acara penglepasan Tim U-18 itu, tampak hadir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Bambang Gunawan dan Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor H. Albert Pribadi.
Saleh Mukadar: Liga Baru Digelar Oktober
Komisaris Persebaya 1927, sekaligus salah satu penggagas Liga Primer Indonesia (LPI), Saleh Ismail Mukadar, memastikan jika kompetisi yang sempat diharamkan FIFA itu segera dibubarkan. Artinya, putaran kedua LPI tidak akan dilanjutkan. Sebagai gantinya, PSSI segera membentuk liga baru untuk penggabungan LPI dan ISL.
"Pasti (LPI) dihentikan. FIFA melarang ada dua liga dalam satu negara," kata Saleh ketika ditemui di Gedung DPRD Jawa Timur, Jalan Inderapura, Surabaya, Kamis (14/7/2011).
Meski sedikit rumit, namun Saleh optimistis liga baru gabungan dari ISL dan LPI akan segera digulirkan pada Oktober 2011 mendatang. "PSSI sedang bekerja keras. Targetnya Oktober liga baru sudah bisa dimulai," kata Saleh.
Proses penggabungan, kata Saleh yang juga penggagas LPI, saat ini sedang dalam pembahasan. Hanya saja untuk penggabungan ini, klub yang berlaga dalam ISL mengalami kesulitan karena mayoritas mereka belum berbentuk Perseroan Terbatas (PT).
Namun, bagi daerah yang telah memiliki klub yang sudah berbentuk PT, maka penggabungan akan mudah dilakukan. Misalnya Persipura akan digabung dengan Cendrawasih FC, kemudian Semen Padang dengan Kabau Padang, Jakarta FC dengan Persija, Batavia Union dengan Persitara, Persib dengan Bandung FC, dan PSB dengan Bogoraya.
Tanpa penggabungan, klub sebenarnya masih bisa berdiri sendiri asalkan mereka segera membentuk PT. Namun, proses pembentukan PT ini sedikit sulit karena memerlukan pendanaan yang besar, sedangkan klub sepak bola tidak bisa lagi mengandalkan pembiayaan dari APBD.
source: http://www.bolaindo.com/?page= berita&sub=detail&id=19540
"Pasti (LPI) dihentikan. FIFA melarang ada dua liga dalam satu negara," kata Saleh ketika ditemui di Gedung DPRD Jawa Timur, Jalan Inderapura, Surabaya, Kamis (14/7/2011).
Meski sedikit rumit, namun Saleh optimistis liga baru gabungan dari ISL dan LPI akan segera digulirkan pada Oktober 2011 mendatang. "PSSI sedang bekerja keras. Targetnya Oktober liga baru sudah bisa dimulai," kata Saleh.
Proses penggabungan, kata Saleh yang juga penggagas LPI, saat ini sedang dalam pembahasan. Hanya saja untuk penggabungan ini, klub yang berlaga dalam ISL mengalami kesulitan karena mayoritas mereka belum berbentuk Perseroan Terbatas (PT).
Namun, bagi daerah yang telah memiliki klub yang sudah berbentuk PT, maka penggabungan akan mudah dilakukan. Misalnya Persipura akan digabung dengan Cendrawasih FC, kemudian Semen Padang dengan Kabau Padang, Jakarta FC dengan Persija, Batavia Union dengan Persitara, Persib dengan Bandung FC, dan PSB dengan Bogoraya.
Tanpa penggabungan, klub sebenarnya masih bisa berdiri sendiri asalkan mereka segera membentuk PT. Namun, proses pembentukan PT ini sedikit sulit karena memerlukan pendanaan yang besar, sedangkan klub sepak bola tidak bisa lagi mengandalkan pembiayaan dari APBD.
source: http://www.bolaindo.com/?page=
Bagaimana tanggapan Alfred mengenai pemecatan dirinya?
berikut hasil kutipan wawancara dari vivanews.com dengan Alfred Riedl
PSSI baru saja mendepak Anda sebagai pelatih timnas. Apa komentar Anda mengenai keputusan ini?
Saya sudah mengatakan sebelumnya, sebagai pegawai saya bisa didepak kapan saja. Sekarang hal itu terjadi. Mengejutkan, karena kami memiliki jalan yang baik. Bertanding sembilan kali (timnas senior), kami menang tujuh kali, kalah sekali lawan Malaysia dan sekali kalah lawan Uruguay.
Kami punya masa depan yang menjanjikan. Saya pikir kami punya sesuatu untuk masa depan sepakbola Indonesia. Namun, sekarang mereka punya orang baru. Mereka pasti berpikir dengan adanya pelatih baru, maka akan lebih baik. Bila tidak seperti itu mereka tidak mungkin mengganti pelatih, benar kan? Sekarang sudah ada pelatih baru. Selamat saya ucapkan. Saya tidak ada masalah dengan itu (pemecatan).
Apakah Anda bisa menerima keputusan ini?
Saya harus bisa menerima keputusan ini. Namun yang belum bisa saya mengerti adalah sampai saat ini tidak ada yang menghubungi saya. Hanya Iman (Arif) yang mengontak saya. Tapi, dia hanya bisa menghubungi saya, tidak bisa menjemput saya. Dia memberitahu saya mengenai adanya jumpa pers tadi sore pukul 16.00 WIB di mana keputusan pemecatan saya diumumkan. Saya mengetahui keputusan ini dari berita online dan running text di televisi.
Apa rencana Anda selanjutnya?
Yang perlu saya lakukan, adalah saya harus menemui mereka dan menunjukkan kontrak asli saya. Namun, saya tidak bisa membeberkan isi kontrak saya di sini. Saya baru menjalani kontrak saya selama setahun lebih, ini yang akan saya tanyakan kepada mereka (pengurus PSSI).
Saya ingin bertemu dengan pengurus baru. Mudah-mudahan hari ini bisa bertemu mereka. Selanjutnya saya belum tahu lagi. Namun, saya pasti akan menemui Nirwan Bakrie. Saat ini dia sedang di Eropa. Mungkin dia baru kembali 10 hari lagi, saya akan menunggu. Saya tidak akan pergi begitu saja tanpa pamit. Saya juga akan berbicara dengan keluarga saya di rumah. Saya akan kembali ke Austria dan mencari pekerjaan baru.
Apakah Anda akan menuntut kompensasi atas keputusan ini mengingat kontrak Anda yang belum selesai?
Itu mungkin saja.
Pengurus baru PSSI mengatakan kalau kontrak Anda hanya bersifat personal dengan mantan wakil ketua umum. Apa benar seperti itu?
Apakah mereka sudah lihat kontrak saya? Mereka harusnya tidak bisa berkata seperti itu. Mereka harus lihat dulu salinan kontrak saya. Saya akan tunjukkan kepada mereka.
Bagi saya, ini adalah sport political decision (keputusan politik dalam olahraga). Sekarang partai biru masuk di PSSI dan kuning keluar. Sedangkan saya dianggap bekerja untuk kelompok kuning, dan semua kelompok kuning keluar. Itu sebabnya saya mengatakan ini sebagai sport political decision. Hal seperti ini tidak pernah terjadi di Eropa. Sebab, meskipun terjadi pergantian pengurus dan pelatih tidak ada masalah, Anda seharusnya tidak perlu menggantinya dengan pelatih lain.
Apakah Anda sudah menduga situasi akan seperti saat ini?
Tidak dengan cara seperti ini. Saya pikir keputusan ini muncul karena presiden (Djohar Arifin) sedang dalam tekanan. Tapi, sekali lagi tidak ada masalah. Saya bisa menerimanya.
Sudah ada gambaran mengenai tim yang akan Anda tangani selanjutnya?
Belum. Selama ini kan saya tidak mencari pekerjaan lain karena saya masih menangani timnas Indonesia. Buat apa saya mencari pekerjaan saat saya masih terikat kontrak.
Beberapa pihak memang pernah menghubungi saya. Namun, saya menolak untuk membicarkan tawaran mereka karena saya masih terikat kontrak dengan timnas Indonesia. Saya pikir tidak ada masalah, saya akan cari tim lain.
Tapi tidak ada masalah. Saya sangat senang di sini. Saya suka orang Indonesia. Mereka memutus kontrak saya dan saya harus menerima itu.
Apakah Anda sudah pernah bertemu dengan pengurus baru?
Harusnya kemarin saya bertemu mereka untuk membicarakan mengenai persiapan melawan Turkmenistan karena waktunya sangat mepet dan banyak yang harus dikerjakan. Namun, tak satupun dari pengurus baru yang menghubungi saya. Saya hanya berbicara dengan Iman (Arif) dan Reza. Reza ingin membicarakan mengenai pemesanan tiket, namun Reza sekarang juga out. Iman juga keluar, jadi biarlah mereka akan melakukannya sendiri.
Bagaimana menurut Anda masa depan sepakbola Indonesia?
Saat saya masih menangani timnas Indonesia, saya yakin akan sebuah kemajuan. Saya percaya itu. Sebab, kami mengawalinya di jalan yang benar. Kami mungkin pernah melakukan kesalahan individu, tapi itu tidak terlalu masalah. Kami bekerja keras agar pemain tidak melakukan kesalahan. Saya yakin kami bisa maju.
Sekarang situasinya berbeda, saya tidak mengerti akan seperti apa sepakbola Indonesia. Sekarang ada Liga Super Indonesia (ISL) dan Liga Primer Indonesia (LPI), saya tidak tahu bagaimana mereka bisa menggabungkan ini. Saya tidak tahu apakah mereka akan bisa berbuat sesuatu menghadapi situasi ini. Saat ini saya tidak tahu harus berkata apa mengenai masa depan sepakbola Indonesia. Saya berharap mereka bisa melanjutkan apa yang sudah kami mulai. Sebab keberhasilan timnas sangat penting bagi suporter Indonesia.
Apakah Anda sedih meninggalkan timnas Indonesia?
Saya sedikit sedih dan terkejut dengan keputusan ini. Tapi saya seorang profesional, jadi tidak ada masalah. Saya tidak akan menangis karena keputusan ini.
source: vivanews.com
PSSI baru saja mendepak Anda sebagai pelatih timnas. Apa komentar Anda mengenai keputusan ini?
Saya sudah mengatakan sebelumnya, sebagai pegawai saya bisa didepak kapan saja. Sekarang hal itu terjadi. Mengejutkan, karena kami memiliki jalan yang baik. Bertanding sembilan kali (timnas senior), kami menang tujuh kali, kalah sekali lawan Malaysia dan sekali kalah lawan Uruguay.
Kami punya masa depan yang menjanjikan. Saya pikir kami punya sesuatu untuk masa depan sepakbola Indonesia. Namun, sekarang mereka punya orang baru. Mereka pasti berpikir dengan adanya pelatih baru, maka akan lebih baik. Bila tidak seperti itu mereka tidak mungkin mengganti pelatih, benar kan? Sekarang sudah ada pelatih baru. Selamat saya ucapkan. Saya tidak ada masalah dengan itu (pemecatan).
Apakah Anda bisa menerima keputusan ini?
Saya harus bisa menerima keputusan ini. Namun yang belum bisa saya mengerti adalah sampai saat ini tidak ada yang menghubungi saya. Hanya Iman (Arif) yang mengontak saya. Tapi, dia hanya bisa menghubungi saya, tidak bisa menjemput saya. Dia memberitahu saya mengenai adanya jumpa pers tadi sore pukul 16.00 WIB di mana keputusan pemecatan saya diumumkan. Saya mengetahui keputusan ini dari berita online dan running text di televisi.
Apa rencana Anda selanjutnya?
Yang perlu saya lakukan, adalah saya harus menemui mereka dan menunjukkan kontrak asli saya. Namun, saya tidak bisa membeberkan isi kontrak saya di sini. Saya baru menjalani kontrak saya selama setahun lebih, ini yang akan saya tanyakan kepada mereka (pengurus PSSI).
Saya ingin bertemu dengan pengurus baru. Mudah-mudahan hari ini bisa bertemu mereka. Selanjutnya saya belum tahu lagi. Namun, saya pasti akan menemui Nirwan Bakrie. Saat ini dia sedang di Eropa. Mungkin dia baru kembali 10 hari lagi, saya akan menunggu. Saya tidak akan pergi begitu saja tanpa pamit. Saya juga akan berbicara dengan keluarga saya di rumah. Saya akan kembali ke Austria dan mencari pekerjaan baru.
Apakah Anda akan menuntut kompensasi atas keputusan ini mengingat kontrak Anda yang belum selesai?
Itu mungkin saja.
Pengurus baru PSSI mengatakan kalau kontrak Anda hanya bersifat personal dengan mantan wakil ketua umum. Apa benar seperti itu?
Apakah mereka sudah lihat kontrak saya? Mereka harusnya tidak bisa berkata seperti itu. Mereka harus lihat dulu salinan kontrak saya. Saya akan tunjukkan kepada mereka.
Bagi saya, ini adalah sport political decision (keputusan politik dalam olahraga). Sekarang partai biru masuk di PSSI dan kuning keluar. Sedangkan saya dianggap bekerja untuk kelompok kuning, dan semua kelompok kuning keluar. Itu sebabnya saya mengatakan ini sebagai sport political decision. Hal seperti ini tidak pernah terjadi di Eropa. Sebab, meskipun terjadi pergantian pengurus dan pelatih tidak ada masalah, Anda seharusnya tidak perlu menggantinya dengan pelatih lain.
Apakah Anda sudah menduga situasi akan seperti saat ini?
Tidak dengan cara seperti ini. Saya pikir keputusan ini muncul karena presiden (Djohar Arifin) sedang dalam tekanan. Tapi, sekali lagi tidak ada masalah. Saya bisa menerimanya.
Sudah ada gambaran mengenai tim yang akan Anda tangani selanjutnya?
Belum. Selama ini kan saya tidak mencari pekerjaan lain karena saya masih menangani timnas Indonesia. Buat apa saya mencari pekerjaan saat saya masih terikat kontrak.
Beberapa pihak memang pernah menghubungi saya. Namun, saya menolak untuk membicarkan tawaran mereka karena saya masih terikat kontrak dengan timnas Indonesia. Saya pikir tidak ada masalah, saya akan cari tim lain.
Tapi tidak ada masalah. Saya sangat senang di sini. Saya suka orang Indonesia. Mereka memutus kontrak saya dan saya harus menerima itu.
Apakah Anda sudah pernah bertemu dengan pengurus baru?
Harusnya kemarin saya bertemu mereka untuk membicarakan mengenai persiapan melawan Turkmenistan karena waktunya sangat mepet dan banyak yang harus dikerjakan. Namun, tak satupun dari pengurus baru yang menghubungi saya. Saya hanya berbicara dengan Iman (Arif) dan Reza. Reza ingin membicarakan mengenai pemesanan tiket, namun Reza sekarang juga out. Iman juga keluar, jadi biarlah mereka akan melakukannya sendiri.
Bagaimana menurut Anda masa depan sepakbola Indonesia?
Saat saya masih menangani timnas Indonesia, saya yakin akan sebuah kemajuan. Saya percaya itu. Sebab, kami mengawalinya di jalan yang benar. Kami mungkin pernah melakukan kesalahan individu, tapi itu tidak terlalu masalah. Kami bekerja keras agar pemain tidak melakukan kesalahan. Saya yakin kami bisa maju.
Sekarang situasinya berbeda, saya tidak mengerti akan seperti apa sepakbola Indonesia. Sekarang ada Liga Super Indonesia (ISL) dan Liga Primer Indonesia (LPI), saya tidak tahu bagaimana mereka bisa menggabungkan ini. Saya tidak tahu apakah mereka akan bisa berbuat sesuatu menghadapi situasi ini. Saat ini saya tidak tahu harus berkata apa mengenai masa depan sepakbola Indonesia. Saya berharap mereka bisa melanjutkan apa yang sudah kami mulai. Sebab keberhasilan timnas sangat penting bagi suporter Indonesia.
Apakah Anda sedih meninggalkan timnas Indonesia?
Saya sedikit sedih dan terkejut dengan keputusan ini. Tapi saya seorang profesional, jadi tidak ada masalah. Saya tidak akan menangis karena keputusan ini.
source: vivanews.com
Kamis, 14 Juli 2011
Arifin Panigoro Bicara Mengapa Riedl Dipecat
TEMPO Interaktif, Jakarta -Arifin Panigoro mengatakan bahwa pemecatan pelatih asal Austria Alfred Riedl dari jabatannya sebagai pelatih tim nasional Indonesia oleh Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, disebabkan karena Riedl tidak mau bekerjasama dengan kubu Arifin.
"Dia (Riedl) tidak mau bekerja sama dengan kita. Ya kita ganti. Susah-susah amat, masih banyak yang lain," kata Arifin saat ditemui di rumahnya di kawasan Jenggala pada acara syukuran terpilihnya Djohar Arifin Husin dan Farid Rahman sebagai pasangan Ketua dan Wakil Ketua Umum PSSI periode 2011-2015, Rabu 13 Juli 2011 malam.
Arifin mengaku telah melakukan pengecekan terhadap keberadaan Riedl sebagai pelatih tim nasional. Menurutnya tidak ada kontrak Riedl dengan PSSI. Dari pengecekan yang dilakukannya, lanjut dia, diketahui juga bahwa gaji untuk Riedl nilainya terlalu mahal. "Lima belas ribu dollar," kata pengusaha Medco yang awalnya maju sebagai calon wakil ketua umum PSSI mendampingi George Toisutta, tetapi batal karena tidak mendapat lampu hijau dari PSSI. "Kontraknya (Riedl) tidak jelas," tegasnya.
Meskipun Arifin tidak menjabat sebagai pimpinan PSSI, tetapi banyak orang melihat terpilihnya Djohar dan Farid sama saja dengan kepempinan Arifin karena keduanya adalah kepanjangan tangan pengusaha Medco tersebut. Menanggapi hal itu, Arifin berkomentar datar. "Tergantung orang mau ngomong apa. Ide perubahan memang saya banyak mendorong itu. Tapi yang bekerja mereka. Mereka sudah bekerja sejak kongres nasional di Malang," kata Arifin.
Seandainya dirinya menjadi Ketua, kata Arifin, dia juga akan memerlukan ketua harian. "Paling saya juga tunjuk Farid juga, tunjuk Pak George juga. Dan kebetulan Pak George sama, dia bilang mau pensiun" ujarnya. Dengan terpilihnya Djohar dan Farid sebagai orang nomor satu dan dua di PSSI, menurut dia, itu adalah skenario yang terbaik untuk sepak bola di tanah air. Dia mengaku mempunyai harapan besar pada kepemimpinan mereka. Terlebih lagi, semua posisi penting di PSSI kini dipegang oleh orang-orang dari kubunya.
"Dia (Riedl) tidak mau bekerja sama dengan kita. Ya kita ganti. Susah-susah amat, masih banyak yang lain," kata Arifin saat ditemui di rumahnya di kawasan Jenggala pada acara syukuran terpilihnya Djohar Arifin Husin dan Farid Rahman sebagai pasangan Ketua dan Wakil Ketua Umum PSSI periode 2011-2015, Rabu 13 Juli 2011 malam.
Arifin mengaku telah melakukan pengecekan terhadap keberadaan Riedl sebagai pelatih tim nasional. Menurutnya tidak ada kontrak Riedl dengan PSSI. Dari pengecekan yang dilakukannya, lanjut dia, diketahui juga bahwa gaji untuk Riedl nilainya terlalu mahal. "Lima belas ribu dollar," kata pengusaha Medco yang awalnya maju sebagai calon wakil ketua umum PSSI mendampingi George Toisutta, tetapi batal karena tidak mendapat lampu hijau dari PSSI. "Kontraknya (Riedl) tidak jelas," tegasnya.
Meskipun Arifin tidak menjabat sebagai pimpinan PSSI, tetapi banyak orang melihat terpilihnya Djohar dan Farid sama saja dengan kepempinan Arifin karena keduanya adalah kepanjangan tangan pengusaha Medco tersebut. Menanggapi hal itu, Arifin berkomentar datar. "Tergantung orang mau ngomong apa. Ide perubahan memang saya banyak mendorong itu. Tapi yang bekerja mereka. Mereka sudah bekerja sejak kongres nasional di Malang," kata Arifin.
Seandainya dirinya menjadi Ketua, kata Arifin, dia juga akan memerlukan ketua harian. "Paling saya juga tunjuk Farid juga, tunjuk Pak George juga. Dan kebetulan Pak George sama, dia bilang mau pensiun" ujarnya. Dengan terpilihnya Djohar dan Farid sebagai orang nomor satu dan dua di PSSI, menurut dia, itu adalah skenario yang terbaik untuk sepak bola di tanah air. Dia mengaku mempunyai harapan besar pada kepemimpinan mereka. Terlebih lagi, semua posisi penting di PSSI kini dipegang oleh orang-orang dari kubunya.
Komentar Iman dan Nugraha Soal Pemecatan Riedl
TEMPO Interaktif, Jakarta -Deputi Bidang Teknis Badan Tim Nasional PSSI, Iman Arief, yang dipecat sebagai manajer timnas senior bersamaan dengan Alfred Riedl, mengatakan kontrak Riedl dilakukan dengan PSSI dan bukan dengan Nirwan Bakrie sebagaimana yang dikatakan oleh anggota Komite Eksekutif PSSI, Bob Hippy. “Dan kontrak itu berlaku sampai dengan Mei 2012,” dalam pesan singkatnya kepada Tempo Rabu 13 Juli 2011.
ekretaris Jenderal PSSI yang lama, Nugraha Besoes, mengatakan kontrak itu memang ditandatangani oleh Nirwan sebagai Wakil Ketua Umum PSSI. “Karena di dalam struktur, BTN (Badan Tim Nasional PSSI) di bawah waketum, sehingga dia yang berwenang menandatanganinya. Saya menyaksikan penandatanganan itu,” kata Nugraha.
Woflgang Pikal yang juga dipecat sebagai asisten pelatih timnas senior dan digantikan oleh Rahmad Darmawan mengaku terkejut. “Saya kaget dengan keputusan itu karena kemarin saya dipanggil untuk berkoordinasi soal pelatihan besok. Masalah kontrak setahu saya dilakukan dengan PSSI. Ada kop surat PSSI-nya,” kata Pikal.
ekretaris Jenderal PSSI yang lama, Nugraha Besoes, mengatakan kontrak itu memang ditandatangani oleh Nirwan sebagai Wakil Ketua Umum PSSI. “Karena di dalam struktur, BTN (Badan Tim Nasional PSSI) di bawah waketum, sehingga dia yang berwenang menandatanganinya. Saya menyaksikan penandatanganan itu,” kata Nugraha.
Woflgang Pikal yang juga dipecat sebagai asisten pelatih timnas senior dan digantikan oleh Rahmad Darmawan mengaku terkejut. “Saya kaget dengan keputusan itu karena kemarin saya dipanggil untuk berkoordinasi soal pelatihan besok. Masalah kontrak setahu saya dilakukan dengan PSSI. Ada kop surat PSSI-nya,” kata Pikal.
PSSI : Alfred Riedl Dikontrak Nirwan Bakrie
TEMPO Interaktif, Jakarta - Anggota Komite Eksekutif Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia(PSSI) Bob Hippy mengaku sulit melanjutkan kontrak pelatih asal Austria, Alfred Riedl untuk menangani tim nasional senior di ajang Pra Piala Dunia 2014. "Persetujuan kontraknya dengan Nirwan Dermawan Bakrie, jadi buat saya susah," kata Bob kepada wartawan di kantor PSSI, Rabu 13 Juli 2011.
Bob menjelaskan bahwa kontrak dengan pelatih seharusnya atas nama institusi bukan atas nama pribadi seperti kontrak Riedl. Berdasarkan data yang ditemukan, Riedl kontrak Nirwan bukan PSSI. Pengurus PSSI hasil Kongres Luar Biasa PSSI di Solo tidak menemukan kontrak PSSI dengan Riedl yang mengantarkan Indonesia menjadi finalis Piala AFF 2010 akhir tahun lalu.
Sumber Tempo juga menyebutkan gaji untuk Riedl dan tim pelatih juga belum dibayar. Mengenai kompensasi adanya tunggakan gaji tersebut, Bob Hippy, menegaskan persoalan itu nantinya bukan menjadi kewajiban PSSI karena kontraknya bukan dengan PSSI. "Kompensasi dengan Nirwan," ujar mantan pemain tim nasional itu.
Alasan ketidak jelasan administrasi inilah, kata Bob, yang menjadi alasan terpenting memecat Riedl sekaligus Deputi Bidang Teknis Badan Tim Nasional, Iman Arif sebagai manajer tim nasional senior. "Saya tidak mau memakai yang belum jelas," ujarnya.
Sumber Tempo juga menyebutkan gaji untuk Riedl dan tim pelatih juga belum dibayar. Mengenai kompensasi adanya tunggakan gaji tersebut, Bob Hippy, menegaskan persoalan itu nantinya bukan menjadi kewajiban PSSI karena kontraknya bukan dengan PSSI. "Kompensasi dengan Nirwan," ujar mantan pemain tim nasional itu.
Alasan ketidak jelasan administrasi inilah, kata Bob, yang menjadi alasan terpenting memecat Riedl sekaligus Deputi Bidang Teknis Badan Tim Nasional, Iman Arif sebagai manajer tim nasional senior. "Saya tidak mau memakai yang belum jelas," ujarnya.
Namun, Bob melanjutkan mantan pemain tim nasional Widodo Cahyono Putra yang sebelumnya menjadi asisten pelatih Riedl, nantinya akan diminta membantu menangani tim nasional U-23 atau tim nasional kelompok umur yang lain.
Bob yang mendapat mandat dari Ketua Umum PSSI Djohar Arifin untuk menyampaikan keputusan pemecatan itu, berencana menemui Riedl dan Iman di suatu tempat yang dirahasiakan, malam ini. "Saya akan berterima kasih kepada mereka," katanya.
Keputusan mendadak memecat Riedl dan Iman, disinyalir ada hubungannya dengan hasil pertemuan antara Wakil Ketua Umum PSSI, Farid Rahman dengan mantan wakil Ketua Umum PSSI, Nirwan Bakrie, Selasa malam.
Bob yang mendapat mandat dari Ketua Umum PSSI Djohar Arifin untuk menyampaikan keputusan pemecatan itu, berencana menemui Riedl dan Iman di suatu tempat yang dirahasiakan, malam ini. "Saya akan berterima kasih kepada mereka," katanya.
Keputusan mendadak memecat Riedl dan Iman, disinyalir ada hubungannya dengan hasil pertemuan antara Wakil Ketua Umum PSSI, Farid Rahman dengan mantan wakil Ketua Umum PSSI, Nirwan Bakrie, Selasa malam.
Menanggapi keputusan pemecatannya secara mendadak dan sepihak, Iman Arif enggan berkomentar panjang. "Ok," kata Iman menanggapi keputusan tersebut melalui pesan singkatnya kepada Tempo.
Sekitar satu jam sebelum Djohar mengumumkan pemecatannya, Iman sempat mengabarkan bahwa dirinya bersama Riedl akan menemui Djohar dan Farid di kantor PSSI, Rabu sore ini.
Setelah Riedl, Iman Arif Juga Dipecat
TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Djohar Arifin Husin membuat gebrakan baru. Tak hanya memecat Alfred Riedl, ia juga memecat Iman Arif dari jabatannya sebagai Manajer Tim Nasional Pra-Piala Dunia 2014. Djohar menunjuk Ferry Kodrat mengantikan Imam Arif.
Ferry akan mengurusi semua keperluan selama latihan hingga berangkat 20 Juli nanti," kata Djohar kepada wartawan di kantor PSSI, Rabu 13 Juli 2011.
Ferry juga mengurusi persoalan administrasi pemain, termasuk soal paspor pemain. Menurut Djohar, ada 4 pemain dalam skuad tim nasional bentukan Rield kemarin yang paspor kedaluwarsa. "Itu nanti yang urus Ferry," kata Djohar. Menurutnya, tidak sulit mengurus paspor pemain.
Djohar memastikan telah mengontak para pemain yang sebelumnya telah diumumkan masuk skuad Riedl. Mereka juga telah menyatakan bersedia memperkuat tim Merah Putih pada laga tandang menghadapi Turkmenistan 23 Juli lalu.
Para pemain, kata Djohar, dalam perjalanan ke Jakarta. Selama latihan bersama di Jakarta, Bambang Pamungkas dan rekan-rekan akan tinggal di Hotel Kartika Candra di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
Djohar mengaku tidak mematok target khusus pada ajang Pra-Piala Dunia 2014 nanti. Mantan pemain PSMS Medan itu menyadari bahwa persiapan tim nasional itu sangat mepet. "Masyarakat Indonesia harus maklum," ujarnya.
Namun, Djohar melanjutkan, para pemain tim nasional tetap harus berjuang yang terbaik demi bangsa dan negara Indonesia. "Jangan sekadar wajib-wajiban, tapi berbuatlah yang terbaik untuk Merah Putih," ujarnya berharap.
Ferry akan mengurusi semua keperluan selama latihan hingga berangkat 20 Juli nanti," kata Djohar kepada wartawan di kantor PSSI, Rabu 13 Juli 2011.
Ferry juga mengurusi persoalan administrasi pemain, termasuk soal paspor pemain. Menurut Djohar, ada 4 pemain dalam skuad tim nasional bentukan Rield kemarin yang paspor kedaluwarsa. "Itu nanti yang urus Ferry," kata Djohar. Menurutnya, tidak sulit mengurus paspor pemain.
Djohar memastikan telah mengontak para pemain yang sebelumnya telah diumumkan masuk skuad Riedl. Mereka juga telah menyatakan bersedia memperkuat tim Merah Putih pada laga tandang menghadapi Turkmenistan 23 Juli lalu.
Para pemain, kata Djohar, dalam perjalanan ke Jakarta. Selama latihan bersama di Jakarta, Bambang Pamungkas dan rekan-rekan akan tinggal di Hotel Kartika Candra di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
Djohar mengaku tidak mematok target khusus pada ajang Pra-Piala Dunia 2014 nanti. Mantan pemain PSMS Medan itu menyadari bahwa persiapan tim nasional itu sangat mepet. "Masyarakat Indonesia harus maklum," ujarnya.
Namun, Djohar melanjutkan, para pemain tim nasional tetap harus berjuang yang terbaik demi bangsa dan negara Indonesia. "Jangan sekadar wajib-wajiban, tapi berbuatlah yang terbaik untuk Merah Putih," ujarnya berharap.
PSSI Copot Alfred Riedl, Tunjuk Rijsbergn
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Keputusan mengejutkan diambil PSSI yang memecat pelatih tim nasional senior Alfred Riedl. Sebagai gantinya, PSSI menunjuk pelatih asal Belanda Wim Rijsbergn. "Mulai besok Riedl sudah tidak melatih timnas lagi.Tim pra-piala dunia akan ditangani Wim Rijsbergn," kata Djohar kepada sejumlah wartawan di Kantor PSSI, Rabu (13/7).
Keputusan ini diambil PSSI setelah menggelar rapat dengan Komite Eksekutif FIFA. Ucapan terima kasih dihaturkan pada pelatih berkengsaan Austria tersebut yang mengantarkan tim Garuda meraih peringkat kedua di Piala AFF.
Anggota Komite Eksekutif PSSI, Bob Hippy menuturkan, alasan pemecatan Riedl dikarenakan kesepakatan kontrak yang sulit dipenuhi. "Selama ini kontrak Riedl adalah kontrak pribadi. Ini sulit diteruskan," Dia membantah bahwa alasan utama pemecatan adalah kompetensi.
Dia mengatakan bahwa selama ini PSSI tidak pernah memiliki kontrak dengan Riedl. Kontrak hanya bersifat pribadi antara Riedl dengan pengurus PSSI.
Sebagai pengganti, PSSI menunjuk mantan pelatih PSM di Liga Primer Indonesia (LPI), Wim Rijsbergn. Pria asal Belanda ini akan menukangi tim nasional dalam dua laga melawan Turkmenistan. "Timnas senior akan ditangani oleh Wim Rijsbergn. Pelatih ini akan mendampingi Indonesia saat berhadapan dengan Turkmenistan pada Pra Piala Dunia 2014," jelas Bob Hippy.
PSSI juga memutuskan untuk menunjuk Rahmad Darmawan sebagai asisten pelatih dan CEO Persibo Bojonegoro, Fery Kodrat sebagai Manager.
Rijsbergen adalah mantan pelatih PSM di LPI. Dia juga mantan pemain tim nasional Belanda yang pernah tampil di Piala Dunia 1974 dan 1978. Dia pernah menjadi staf pelatih Trinidad & Tobago di Piala Dunia 2006.
Keputusan ini diambil PSSI setelah menggelar rapat dengan Komite Eksekutif FIFA. Ucapan terima kasih dihaturkan pada pelatih berkengsaan Austria tersebut yang mengantarkan tim Garuda meraih peringkat kedua di Piala AFF.
Anggota Komite Eksekutif PSSI, Bob Hippy menuturkan, alasan pemecatan Riedl dikarenakan kesepakatan kontrak yang sulit dipenuhi. "Selama ini kontrak Riedl adalah kontrak pribadi. Ini sulit diteruskan," Dia membantah bahwa alasan utama pemecatan adalah kompetensi.
Dia mengatakan bahwa selama ini PSSI tidak pernah memiliki kontrak dengan Riedl. Kontrak hanya bersifat pribadi antara Riedl dengan pengurus PSSI.
Sebagai pengganti, PSSI menunjuk mantan pelatih PSM di Liga Primer Indonesia (LPI), Wim Rijsbergn. Pria asal Belanda ini akan menukangi tim nasional dalam dua laga melawan Turkmenistan. "Timnas senior akan ditangani oleh Wim Rijsbergn. Pelatih ini akan mendampingi Indonesia saat berhadapan dengan Turkmenistan pada Pra Piala Dunia 2014," jelas Bob Hippy.
PSSI juga memutuskan untuk menunjuk Rahmad Darmawan sebagai asisten pelatih dan CEO Persibo Bojonegoro, Fery Kodrat sebagai Manager.
Rijsbergen adalah mantan pelatih PSM di LPI. Dia juga mantan pemain tim nasional Belanda yang pernah tampil di Piala Dunia 1974 dan 1978. Dia pernah menjadi staf pelatih Trinidad & Tobago di Piala Dunia 2006.
Senin, 11 Juli 2011
Kabomania Kawal Kongres PSSI
CIBINONG- Kongres PSSI yang akan berlangsung hari ini di Solo, ternyata mendapat perhatian dan pengawalan lebih dari berbagai elemen masyarakat. Termasuk, dari suporter Kabomania yang mengirimkan sepuluh orang perwakilannya ke kota tersebut.
Ketua Harian Kabomania, Kemal Pasha mengatakan, keikutsertaan Kabomania dalam kegiatan tersebut untuk mengawal agar kongres berjalan lancar dan aman. Sekaligus menyalurkan aspirasinya sebagai kelompok suporter.
“Kami ini pecinta sepakbola yang punya aspirasi memajukan sepakbola tanah air. Makanya kami mau berperan serta menyalurkan aspirasi, walaupun hanya di luar gedung,” ujarnya kepada Radar Bogor kemarin.
Menurutnya, kehadiran Kabomania di Solo tidak bermaksud mengacaukan kegiatan, namun lebih kepada wujud kepedulian terhadap nasib persepakbolaan Indonesia. “Sepakbola kita ditentukan di acara ini, jadi kalau kacau semuanya pasti akan kacau dan berdampak pada eksistensi Persikabo. Makanya saya berharap acara tersebut lancar,” tegas Kemal.
Sementara itu, Pengurus Persikabo, Edison Hutahean menuturkan, sebenarnya tidak masalah bila elemen suporter mengirimkan perwakilannya. Asalkan tak mengganggu jalannya kegiatan dengan melakukan tindakan anarkis. “Nggak masalah ke sana beramai-ramai asal jangan rusuh, nanti malah membahayakan kita semua. Kemudian suporter juga harus menerima hasil keputusan,” ucap dia.
Lebih lanjut, sambungnya, bila kongres ingin berjalan lancar, Komite Normalisasi dan Kelompok 78 harus bersinergis, dengan saling memberi kesempatan bicara satu sama lain.
“Harus bisa saling memfasilitasi, supaya hal demikian tak terjadi lagi. Kalau dapat bersinergis kekacauan takkan terjadi, soalnya ini berkaitan dengan nasib sepakbola kita,” pungkasnya.
source: radar bogor
Ketua Harian Kabomania, Kemal Pasha mengatakan, keikutsertaan Kabomania dalam kegiatan tersebut untuk mengawal agar kongres berjalan lancar dan aman. Sekaligus menyalurkan aspirasinya sebagai kelompok suporter.
“Kami ini pecinta sepakbola yang punya aspirasi memajukan sepakbola tanah air. Makanya kami mau berperan serta menyalurkan aspirasi, walaupun hanya di luar gedung,” ujarnya kepada Radar Bogor kemarin.
Menurutnya, kehadiran Kabomania di Solo tidak bermaksud mengacaukan kegiatan, namun lebih kepada wujud kepedulian terhadap nasib persepakbolaan Indonesia. “Sepakbola kita ditentukan di acara ini, jadi kalau kacau semuanya pasti akan kacau dan berdampak pada eksistensi Persikabo. Makanya saya berharap acara tersebut lancar,” tegas Kemal.
Sementara itu, Pengurus Persikabo, Edison Hutahean menuturkan, sebenarnya tidak masalah bila elemen suporter mengirimkan perwakilannya. Asalkan tak mengganggu jalannya kegiatan dengan melakukan tindakan anarkis. “Nggak masalah ke sana beramai-ramai asal jangan rusuh, nanti malah membahayakan kita semua. Kemudian suporter juga harus menerima hasil keputusan,” ucap dia.
Lebih lanjut, sambungnya, bila kongres ingin berjalan lancar, Komite Normalisasi dan Kelompok 78 harus bersinergis, dengan saling memberi kesempatan bicara satu sama lain.
“Harus bisa saling memfasilitasi, supaya hal demikian tak terjadi lagi. Kalau dapat bersinergis kekacauan takkan terjadi, soalnya ini berkaitan dengan nasib sepakbola kita,” pungkasnya.
source: radar bogor
Perombakan Besar-besaran
Jabatan CEO Liga Indonesia kemungkinan Dipegang CEO LPI
Solo - PERUBAHAN besar-besaran terjadi dalam tubuh PSSI setelah ketua umum dan wakil ketua umum yang baru terpilih Sabtu (9/7) malam lalu. Perubahan akan terjadi di posisi strategis di PSSI. Mulai dari posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen), Badan-badan Kompetisi, hingga Komisi. Yang menjadi perhatian selama ini ada pada Badan Liga Indonesia (BLI) yang kini lebih dikenal dengan PT Liga Indonesia.
Posisi CEO PT Liga Indonesia yang selama ini dijabat Joko Driyono kemungkinan akan digantikan Widjajanto yang tak lain CEO Liga Primer Indonesia (LPI). Sedangkan untuk Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) dikabarkan akan diisi mantan pengurus Persebaya Surabaya, Saleh Mukadar. Isunya Saleh akan memimpin badan yang mengelola kompetisi amatir dari Divisi I, II, hingga III ini.
“Progres yang saya lakukan yang pertama, selain melakukan pembinaan sepak bola kita, kami akan melakukan perampingan pada sektor-sektor pengurusan PSSI yang selama ini terlalu besar. Mungkin nanti ada yang kita gabung-gabung. Nanti semuanya akan kita bahas dalam rapat Exco,” ucap Djohar Arifin Husin saat mengunjungi ruang wartawan di lokasi Kongres Luar Biasa (KLB), The Sunan Hotel, Solo Sabtu (9/7) lalu mengenai kabinetnya yang akan datang.
Djohar menegaskan pihaknya akan mengusung profesionalisme dalam pencarian sosok pengurus periode PSSI 2011-2015. Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Umum terpilih Farid Rahman. Farid yang juga Sekjen Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) menjelaskan jika ada pengurus lama yang profesional, pihaknya tidak keberatan untuk tetap mempertahankan mereka.
“Kalau dari beberapa nama Tri (Goestoro) dan Tondo (Widodo), mantan pengurus yang sudah mengetahui dan fokus. Tetapi yang harus diperhatikan adalah kita tidak boleh like dan dislike. Semuanya harus profesional,” ungkap Farid dalam kesempatan yang sama.
Rencananya, Djohar akan langsung bekerja hari Senin ini. Pada petang nanti Djohar bersama wakilnya Farid Rahman langsung menggelar rapat di Jakarta untuk menyusun kepengurusan PSSI. “Rencana baru besok siang (hari ini) akan diadakan rapat, ketum dan waketum serta anggota exco (Komite Eksekutif) untuk membahas kabinet PSSI mendatang. Semua itu baru akan dibicarakan di sana,” ujar salah satu tim sukses Djohar-Arifin, Halim Mahfud.
Posisi CEO PT Liga Indonesia yang selama ini dijabat Joko Driyono kemungkinan akan digantikan Widjajanto yang tak lain CEO Liga Primer Indonesia (LPI). Sedangkan untuk Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) dikabarkan akan diisi mantan pengurus Persebaya Surabaya, Saleh Mukadar. Isunya Saleh akan memimpin badan yang mengelola kompetisi amatir dari Divisi I, II, hingga III ini.
“Progres yang saya lakukan yang pertama, selain melakukan pembinaan sepak bola kita, kami akan melakukan perampingan pada sektor-sektor pengurusan PSSI yang selama ini terlalu besar. Mungkin nanti ada yang kita gabung-gabung. Nanti semuanya akan kita bahas dalam rapat Exco,” ucap Djohar Arifin Husin saat mengunjungi ruang wartawan di lokasi Kongres Luar Biasa (KLB), The Sunan Hotel, Solo Sabtu (9/7) lalu mengenai kabinetnya yang akan datang.
Djohar menegaskan pihaknya akan mengusung profesionalisme dalam pencarian sosok pengurus periode PSSI 2011-2015. Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Umum terpilih Farid Rahman. Farid yang juga Sekjen Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) menjelaskan jika ada pengurus lama yang profesional, pihaknya tidak keberatan untuk tetap mempertahankan mereka.
“Kalau dari beberapa nama Tri (Goestoro) dan Tondo (Widodo), mantan pengurus yang sudah mengetahui dan fokus. Tetapi yang harus diperhatikan adalah kita tidak boleh like dan dislike. Semuanya harus profesional,” ungkap Farid dalam kesempatan yang sama.
Rencananya, Djohar akan langsung bekerja hari Senin ini. Pada petang nanti Djohar bersama wakilnya Farid Rahman langsung menggelar rapat di Jakarta untuk menyusun kepengurusan PSSI. “Rencana baru besok siang (hari ini) akan diadakan rapat, ketum dan waketum serta anggota exco (Komite Eksekutif) untuk membahas kabinet PSSI mendatang. Semua itu baru akan dibicarakan di sana,” ujar salah satu tim sukses Djohar-Arifin, Halim Mahfud.
Kamis, 07 Juli 2011
Zaenal Safrudin Digadang Jadi GM
Camat Babakanmadang, Zaenal Syafrudin digadang-gadang sebagai General Manajer (GM) Persikabo menggantikan Mas'án Djajuli yang lengser sejak musim kompetisi Divisi Utama 2010-2011 berakhir.
Ketua Harian PSSI Kabupaten Bogor, Ridwan Ardiwinata mengatakan, calon GM Laskar Pajajaran harus loyal dan total terhadap sepakbola. Selain itu, memiliki jaringan kuat dengan perusahaan besar guna tertarik menjadi sponsor. Mengingat, pada 2012 klub dilarang menggunakan APBD.
“Dibutuhkan orang yang mau berkorban dan bukan mencari keuntungan,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.
Menurut Ridwan, salah satu sosok yang tepat adalah Camat Babakanmadang, Zaenal Safrudin yang akan pensiun Oktober mendatang. Karena, ia merupakan orang yang total di olahraga serta memiliki jaringan luas.
“Saya kira Zaenal cocok menjadi GM, dia total. Lihat saja waktu jadi Ketua Kontingen Porda 2006 di Karawang, Pak Zaenal bisa mencari penanggulangan dana. Pokoknya saya mendukung beliau,” tegas dia.
Saat disinggung apakah dirinya bersedia menjadi GM, Ridwan menegaskan, kalau diberi kepercayaan oleh Ketua Umum Persikabo, Rachmat Yasin (RY) dan tak ada lagi calon yang maju, ia mengaku siap. “Kalau saya ditunjuk ya siap saja, tapi itu kalau tak ada calon lagi yang maju,” singkatnya.
Sementara itu, Ketua Umum Kabomania, Dicky Dompas sangat mendukung bila Zaenal Safrudin menjadi GM. Pasalnya, sosok seperti beliau memang sangat dibutuhkan Persikabo saat ini.
“Pak Zaenal sosok yang tepat, dia punya jaringan kuat dan hubungan baik dengan beberapa perusahaan besar dan pintar melobi,” jelasnya.
Dalam kesempatan terpisah, hal senada diutarakan pengamat sepakbola, Kusnaedi. Menurut dia, saat ini totalitas dan jaringan yang kuat adalah satu hal yang harus dimiliki GM Laskar Pajajaran. “Saya setuju sekali kalau Pak Zaenal menjadi GM. Saya tahu sepak terjangnya, dia loyal dan total,” pungkasnya.
source: radar bogor
Ketua Harian PSSI Kabupaten Bogor, Ridwan Ardiwinata mengatakan, calon GM Laskar Pajajaran harus loyal dan total terhadap sepakbola. Selain itu, memiliki jaringan kuat dengan perusahaan besar guna tertarik menjadi sponsor. Mengingat, pada 2012 klub dilarang menggunakan APBD.
“Dibutuhkan orang yang mau berkorban dan bukan mencari keuntungan,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.
Menurut Ridwan, salah satu sosok yang tepat adalah Camat Babakanmadang, Zaenal Safrudin yang akan pensiun Oktober mendatang. Karena, ia merupakan orang yang total di olahraga serta memiliki jaringan luas.
“Saya kira Zaenal cocok menjadi GM, dia total. Lihat saja waktu jadi Ketua Kontingen Porda 2006 di Karawang, Pak Zaenal bisa mencari penanggulangan dana. Pokoknya saya mendukung beliau,” tegas dia.
Saat disinggung apakah dirinya bersedia menjadi GM, Ridwan menegaskan, kalau diberi kepercayaan oleh Ketua Umum Persikabo, Rachmat Yasin (RY) dan tak ada lagi calon yang maju, ia mengaku siap. “Kalau saya ditunjuk ya siap saja, tapi itu kalau tak ada calon lagi yang maju,” singkatnya.
Sementara itu, Ketua Umum Kabomania, Dicky Dompas sangat mendukung bila Zaenal Safrudin menjadi GM. Pasalnya, sosok seperti beliau memang sangat dibutuhkan Persikabo saat ini.
“Pak Zaenal sosok yang tepat, dia punya jaringan kuat dan hubungan baik dengan beberapa perusahaan besar dan pintar melobi,” jelasnya.
Dalam kesempatan terpisah, hal senada diutarakan pengamat sepakbola, Kusnaedi. Menurut dia, saat ini totalitas dan jaringan yang kuat adalah satu hal yang harus dimiliki GM Laskar Pajajaran. “Saya setuju sekali kalau Pak Zaenal menjadi GM. Saya tahu sepak terjangnya, dia loyal dan total,” pungkasnya.
source: radar bogor
Pemain Setuju Peter Jorg
CIBINONG-Rencana Persikabo meminang mantan pelatih Medan Chief, Peter Jorg, ternyata mendapat respons positif dari pemain dan insan sepakbola Kabupaten Bogor.
Respons positif tersebut muncul karena karakter entrenador asing tersebut sulit diintervensi pihak luar, sehingga situasi kondusif dalam tim bisa tetap terjaga.
Pemain belakang Persikabo, Saepulloh Maulana mengatakan, pelatih asing adalah sosok yang tepat untuk membesut Laskar Pajajaran di musim kompetisi Divisi Utama 2011-2012.
Karena, bisa lebih objektif dalam menilai dan menurunkan skuad, tanpa melihat legiun bintang atau tidak. “Saya setuju pelatih asing, sebab kebanyakan mereka sulit diintervensi, jadi bisa memberi kesempatan putra daerah bermain,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.
Menurut dia, sosok Peter Jorg juga sudah memiliki pengalaman serta wawasan luas seputar olahraga si kulit bundar. “Kalau pelatih asing dapat mengubah karakter permainan tim, dengan memoles skill melalui wawasan baru yang diberikan dan diterapkan. Sehingga, dapat merealisasikan target ISL,” tegas dia.
Hal senada diungkapkan ujung tombak Laskar Pajajaran, Zaenal Arief. Menurut dia, kehadiran pelatih asing di tubuh Persikabo dapat memberikan warna tersendiri dan mengubah karakter permainan tim. Serta, mampu menanamkan kedisiplinan yang tinggi kepada semua pemain.
“Pada dasarnya, siapa pun pelatihnya, saya setuju karena sebagai pesepakbola profesional harus bisa menerima apa pun keputusannya. Apalagi kalau dilatih pelatih asing, saya sangat setuju,” jelas mantan penggawa timnas Garuda ini.
Sementara itu, stoper andal Donny Fahamsyah menegaskan, pelatih asing memang dibutuhkan Laskar Pajajaran jika memiliki target serius menembus ISL. Mengingat, selama ini kedisiplinan kurang ditanamkan di tubuh Persikabo.
“Mudah-mudahan saja pelatih asing bisa mengubah karakter permainan Persikabo,” singkat dia.
Dalam kesempatan terpisah, pengamat sepakbola, Herson Hizkia menuturkan, siapa pun pelatihnya, Persikabo harus bisa memberikan kesempatan bagi putra daerah untuk menjadi starting line up, serta tak membeda-bedakan pemain.
Selain itu, arsitek asing juga sulit mendapat intervensi dari luar dan selalu menilai pemain berdasarkan kemampuan individu, kedisiplinan, mental serta kolektivitas dalam bermain.
“Siapa saja saya setuju, apalagi kalau pelatih asing. Yang penting memberi kesempatan bagi putra daerah,” pungkasnya.source: radar bogor
Respons positif tersebut muncul karena karakter entrenador asing tersebut sulit diintervensi pihak luar, sehingga situasi kondusif dalam tim bisa tetap terjaga.
Pemain belakang Persikabo, Saepulloh Maulana mengatakan, pelatih asing adalah sosok yang tepat untuk membesut Laskar Pajajaran di musim kompetisi Divisi Utama 2011-2012.
Karena, bisa lebih objektif dalam menilai dan menurunkan skuad, tanpa melihat legiun bintang atau tidak. “Saya setuju pelatih asing, sebab kebanyakan mereka sulit diintervensi, jadi bisa memberi kesempatan putra daerah bermain,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.
Menurut dia, sosok Peter Jorg juga sudah memiliki pengalaman serta wawasan luas seputar olahraga si kulit bundar. “Kalau pelatih asing dapat mengubah karakter permainan tim, dengan memoles skill melalui wawasan baru yang diberikan dan diterapkan. Sehingga, dapat merealisasikan target ISL,” tegas dia.
Hal senada diungkapkan ujung tombak Laskar Pajajaran, Zaenal Arief. Menurut dia, kehadiran pelatih asing di tubuh Persikabo dapat memberikan warna tersendiri dan mengubah karakter permainan tim. Serta, mampu menanamkan kedisiplinan yang tinggi kepada semua pemain.
“Pada dasarnya, siapa pun pelatihnya, saya setuju karena sebagai pesepakbola profesional harus bisa menerima apa pun keputusannya. Apalagi kalau dilatih pelatih asing, saya sangat setuju,” jelas mantan penggawa timnas Garuda ini.
Sementara itu, stoper andal Donny Fahamsyah menegaskan, pelatih asing memang dibutuhkan Laskar Pajajaran jika memiliki target serius menembus ISL. Mengingat, selama ini kedisiplinan kurang ditanamkan di tubuh Persikabo.
“Mudah-mudahan saja pelatih asing bisa mengubah karakter permainan Persikabo,” singkat dia.
Dalam kesempatan terpisah, pengamat sepakbola, Herson Hizkia menuturkan, siapa pun pelatihnya, Persikabo harus bisa memberikan kesempatan bagi putra daerah untuk menjadi starting line up, serta tak membeda-bedakan pemain.
Selain itu, arsitek asing juga sulit mendapat intervensi dari luar dan selalu menilai pemain berdasarkan kemampuan individu, kedisiplinan, mental serta kolektivitas dalam bermain.
“Siapa saja saya setuju, apalagi kalau pelatih asing. Yang penting memberi kesempatan bagi putra daerah,” pungkasnya.source: radar bogor
Menang Tipis
Tim Suratin Persikabo sukses menumbangkan Persipasi junior dengan skor tipis 1-0 dlm partai ujicoba di Stadion Patriot Bekasi, kemarin. Dalam laga tersebut, skuad besutan Saeran tampil impresif dan berhasil memecah kebuntuan di menit 65 melalui tendangan keras gelandang Heri.


Sebenarnya Laskar Pajajaran muda yang turun dengan skema 3-5-2 bisa menambah pundi-pundi golnya. Namun karena kurang apiknya koordinasi serta penyelesaian akhir, pasukan Saeran harus puas dengan kemenangan 1-0.
Asisten Manajer Suratin Persikabo, Yudi Agus Sholeh mengatakan, jika melihat hasil pertandingan, ia cukup puas karena sukses menerapkan pola permainan yang diinstruksikan pelatih. Akan tetapi, nampaknya Persikabo junior harus lebih dipoles dari segi mental agar mampu keluar dari tekanan tim lawan.
“Kalau hasilnya saya puas, karena mereka bermain sesuai instruksi. Tapi yang harus menjadi sorotan adalah mental pemain. Karena kekuatan mental bisa membuat tim bermain baik atau bahkan buruk,” ujarnya saat dihubungi Radar Bogor via telepon genggam.
Maka dari itu, sambung dia, Laskar Pajajaran muda harus menjalani laga uji coba selama empat kali dalam seminggu.
Dengan catatan, tidak beristirahat pasca latihan dan langsung bertanding. “Kami sengaja melakukan itu agar mereka (pemain, red) bisa mengatasi tekanan mental di lapangan. Lawannya pun kami pilih yang punya skill di atas,” jelas pemilik klub Prahara FC ini.
Lebih lanjut kata dia, sore ini Persikabo U-18 kembali melakukan laga eksebisi kontra PERY Selection dan skuad Porda 2010 yang dilebur menjadi satu tim di Stadion Persikabo Cibinong.
“Kita sengaja mencari lawan yang lebih baik, karena bisa mengangkat mental tim. Kami juga tidak mencari kemenangan, yang penting anak-anak bermain sesuai instruksi dan menunjukkan grafis permainan yang meningkat,” tutur Yudi.
Ia optimis, bila laga serupa rutin dilakukan, Laskar Pajajaran muda bakal menjadi momok di tingkat Jawa Barat, dan tak menutup kemungkinan bisa meraih podium pertama.
source: radar bogor
Asisten Manajer Suratin Persikabo, Yudi Agus Sholeh mengatakan, jika melihat hasil pertandingan, ia cukup puas karena sukses menerapkan pola permainan yang diinstruksikan pelatih. Akan tetapi, nampaknya Persikabo junior harus lebih dipoles dari segi mental agar mampu keluar dari tekanan tim lawan.
“Kalau hasilnya saya puas, karena mereka bermain sesuai instruksi. Tapi yang harus menjadi sorotan adalah mental pemain. Karena kekuatan mental bisa membuat tim bermain baik atau bahkan buruk,” ujarnya saat dihubungi Radar Bogor via telepon genggam.
Maka dari itu, sambung dia, Laskar Pajajaran muda harus menjalani laga uji coba selama empat kali dalam seminggu.
Dengan catatan, tidak beristirahat pasca latihan dan langsung bertanding. “Kami sengaja melakukan itu agar mereka (pemain, red) bisa mengatasi tekanan mental di lapangan. Lawannya pun kami pilih yang punya skill di atas,” jelas pemilik klub Prahara FC ini.
Lebih lanjut kata dia, sore ini Persikabo U-18 kembali melakukan laga eksebisi kontra PERY Selection dan skuad Porda 2010 yang dilebur menjadi satu tim di Stadion Persikabo Cibinong.
“Kita sengaja mencari lawan yang lebih baik, karena bisa mengangkat mental tim. Kami juga tidak mencari kemenangan, yang penting anak-anak bermain sesuai instruksi dan menunjukkan grafis permainan yang meningkat,” tutur Yudi.
Ia optimis, bila laga serupa rutin dilakukan, Laskar Pajajaran muda bakal menjadi momok di tingkat Jawa Barat, dan tak menutup kemungkinan bisa meraih podium pertama.
source: radar bogor
Selasa, 05 Juli 2011
Berebut David Pagbe
CIBINONG - Belum jelasnya masa depan David Ngon Pagbe di Semen Padang mulai dimanfaatkan beberapa klub ISL dan Divisi Utama untuk merekrut mantan tembok tangguh Persikabo Bogor tahun 2007-2010 tersebut. Sampai saat ini pemain asal Kamerun beristri perempuan dari Malaysia itu belum membubuhkan perpanjangan kontrak dengan manajemen Semen Padang. Kontrak David Pagbe sendiri di Semen Padang baru akan berakhir pada bulan September mendatang. Beberapa klub ISL , LPI dan Divisi Utama Ligina saat ini mengincar orang tua dari Jeremi tersebut untuk memperkuat klubnya.
Dua Dua hari lalu COO PT Bogor Raya FC, Rhendie Arindra secara terang terangan melakukan lamaran kepada David Ngon Pagbe untuk bergabung dengan Bogor Raya FC pada lanjutan kompetisi Liga Primer Indonesia. Bahkan, anak pertama H. Rudi Ferdian yang belum lama ini berguru soal pengelolaan klub professional ke Real Madrid dan Barcelona sudah menyiapkan tawaran lebih besar dari Semen Padang dan fasilitas lainnya.
Keinginan Rhendie Arindra memboyong David Pagbe ke Bogor lagi memang belum tentu berjalan mulus. Karena Persikabo Bogor juga ngotot mendatangkan kembali David Pagbe untuk merumput di Stadion Persikabo Cibinong. Apalagi secara terang terangan David Pagbe menyukai atmosfir sepakbola di Cibinong.
Bahkan, ia mengagumi juga tentang Persikabo yang memiliki suporter fanatik dan banyak.
"Materi pemain asing Persikabo musim depan harus lebih berkualitas. Persikabo harus kembali menarik David Ngon Pagbe. Karena kita akan floating David Pagbe untuk menjadi jenderal lapangan bagi para pemain muda Persikabo. Kita tidak akan banyak membeli pemain dari luar. Kalaupun membeli pemain luar. Minimal kualitasnya harus diatas dua tingkat para pemain lokal Kabupaten Bogor," ungkap Ketua Umum Persikabo, Drs. H. Rachmat Yasin, MM kepada Pakar belum lama ini.
RY menambahkan, materi pemain Persikabo musim depan adalah 50 persen pemain asli Kabupaten Bogor, baik itu pemain yang pernah dua atau tiga musim memperkuat Persikabo ataupun para pemain jebolan PERY.
Disamping diperebutkan Bogor Raya FC dan Persikabo, David Ngon Pagbe juga termasuk dalam daftar belanja manajemen Persib Bandung, Persija dan Persidafon Dafonsoro yang digadang gadang bakal merekrut Suimin Diharja sebagai pelatihnya.
Kemanakah David Ngon Pagbe akan berlabuh untuk musim depan, secara terus terang David sendiri mengakui kalau dirinya masih menghormati kontrak resmi dengan Semen Padang. "Saya menghargai kontrak dengan Semen Padang. Manajemen bilang akan mempertahankan saya untuk musim depan. Namun, saya belum memberikan jawaban," tuturnya.
source: pakuan raya
Dua Dua hari lalu COO PT Bogor Raya FC, Rhendie Arindra secara terang terangan melakukan lamaran kepada David Ngon Pagbe untuk bergabung dengan Bogor Raya FC pada lanjutan kompetisi Liga Primer Indonesia. Bahkan, anak pertama H. Rudi Ferdian yang belum lama ini berguru soal pengelolaan klub professional ke Real Madrid dan Barcelona sudah menyiapkan tawaran lebih besar dari Semen Padang dan fasilitas lainnya.
Keinginan Rhendie Arindra memboyong David Pagbe ke Bogor lagi memang belum tentu berjalan mulus. Karena Persikabo Bogor juga ngotot mendatangkan kembali David Pagbe untuk merumput di Stadion Persikabo Cibinong. Apalagi secara terang terangan David Pagbe menyukai atmosfir sepakbola di Cibinong.
Bahkan, ia mengagumi juga tentang Persikabo yang memiliki suporter fanatik dan banyak.
"Materi pemain asing Persikabo musim depan harus lebih berkualitas. Persikabo harus kembali menarik David Ngon Pagbe. Karena kita akan floating David Pagbe untuk menjadi jenderal lapangan bagi para pemain muda Persikabo. Kita tidak akan banyak membeli pemain dari luar. Kalaupun membeli pemain luar. Minimal kualitasnya harus diatas dua tingkat para pemain lokal Kabupaten Bogor," ungkap Ketua Umum Persikabo, Drs. H. Rachmat Yasin, MM kepada Pakar belum lama ini.
RY menambahkan, materi pemain Persikabo musim depan adalah 50 persen pemain asli Kabupaten Bogor, baik itu pemain yang pernah dua atau tiga musim memperkuat Persikabo ataupun para pemain jebolan PERY.
Disamping diperebutkan Bogor Raya FC dan Persikabo, David Ngon Pagbe juga termasuk dalam daftar belanja manajemen Persib Bandung, Persija dan Persidafon Dafonsoro yang digadang gadang bakal merekrut Suimin Diharja sebagai pelatihnya.
Kemanakah David Ngon Pagbe akan berlabuh untuk musim depan, secara terus terang David sendiri mengakui kalau dirinya masih menghormati kontrak resmi dengan Semen Padang. "Saya menghargai kontrak dengan Semen Padang. Manajemen bilang akan mempertahankan saya untuk musim depan. Namun, saya belum memberikan jawaban," tuturnya.
source: pakuan raya
Ogah Pindah, Siap All Out Untuk Persikabo
CIBINONG - Kendati telah mendapatkan tawaran resmi untuk bergabung dengan Bogor Raya FC , salah satu kontestan Liga Primer Indonesia asal Bogor, namun Erik, Septian, Mumin, dan Safuloh mengaku sangat mencintai Persikabo dan siap all out, mati-matian untuk Persikabo dalam kompetisi Divisi Utama Ligina.
"Saya orang Kabupaten Bogor, maka sudah menjadi impian bagi saya untuk memberikan yang terbaik bagi tim Persikabo. Kami siap berdarah-darah membela Persikabo musim depan. Saya punya impian memberikan prestasi menuju Superliga bagi Persikabo. Sebelum saya membawa Persikabo ke Superliga. Maka saya masih tetap akan membela Persikabo," ujar Erik Ebol dengan tegas.
Hal senada dikatakan Septian, pemain berdarah Cina ini tetap akan membela Persikabo kalau memang masih dibutuhkan oleh pengurus dan manajemen Persikabo musim depan. Bahkan, kalaupun ia harus pindah klub, kemungkinan ia tidak mau ke Bogor Rayab FC. " Intinya saya tetap ingin membela Persikabo, ingin memberikan prestasi terbaik bagi Persikabo. Saya siap all out dan mati-matian bagi Persikabo musim depan." Ujar Encek panggilan akrab dari Septian.
Pengakuan serupa juga dilontarkan Mumin dan Saepuloh yang mengatakan mereka tidak mau pindah ke klub lain sebelum Persikabo lolos ke Superliga. "Kami sebagai putra daerah Kabupaten Bogor asli, kami sama-sama punya cita-cita ingin menjadi bagian sejarah dari tim Persikabo untuk menembus target Superliga. Kami tetap ingin bermain bagi Persikabo. Kami siap memberikan yang terbaik bagi tanah kelahiran saya yakni Kabupaten Bogor," ujar Mumin.
Menyikapi obsesi para pemain lokal Kabupaten Bogor tersebut, Edison Hutahean salah seorang pengurus teras Persikabo mengatakan, ia merasa bangga dengan sikap ksatria dan pejuang para pemain asli Kabupaten Bogor tersebut. "Manajemen tim akan mempertahankan para pemain yang memang punya daya juang dan loyalitas tinggi kepada Persikabo. Sebaliknya manajemen dan pengurus Persikabo akan mencoret para pemain yang memang tidak punya dedikasi untuk memberikan yang terbaik bagi Persikabo," ujar Edison Hutahean dengan bangga.
source: pakuan raya
"Saya orang Kabupaten Bogor, maka sudah menjadi impian bagi saya untuk memberikan yang terbaik bagi tim Persikabo. Kami siap berdarah-darah membela Persikabo musim depan. Saya punya impian memberikan prestasi menuju Superliga bagi Persikabo. Sebelum saya membawa Persikabo ke Superliga. Maka saya masih tetap akan membela Persikabo," ujar Erik Ebol dengan tegas.
Hal senada dikatakan Septian, pemain berdarah Cina ini tetap akan membela Persikabo kalau memang masih dibutuhkan oleh pengurus dan manajemen Persikabo musim depan. Bahkan, kalaupun ia harus pindah klub, kemungkinan ia tidak mau ke Bogor Rayab FC. " Intinya saya tetap ingin membela Persikabo, ingin memberikan prestasi terbaik bagi Persikabo. Saya siap all out dan mati-matian bagi Persikabo musim depan." Ujar Encek panggilan akrab dari Septian.
Pengakuan serupa juga dilontarkan Mumin dan Saepuloh yang mengatakan mereka tidak mau pindah ke klub lain sebelum Persikabo lolos ke Superliga. "Kami sebagai putra daerah Kabupaten Bogor asli, kami sama-sama punya cita-cita ingin menjadi bagian sejarah dari tim Persikabo untuk menembus target Superliga. Kami tetap ingin bermain bagi Persikabo. Kami siap memberikan yang terbaik bagi tanah kelahiran saya yakni Kabupaten Bogor," ujar Mumin.
Menyikapi obsesi para pemain lokal Kabupaten Bogor tersebut, Edison Hutahean salah seorang pengurus teras Persikabo mengatakan, ia merasa bangga dengan sikap ksatria dan pejuang para pemain asli Kabupaten Bogor tersebut. "Manajemen tim akan mempertahankan para pemain yang memang punya daya juang dan loyalitas tinggi kepada Persikabo. Sebaliknya manajemen dan pengurus Persikabo akan mencoret para pemain yang memang tidak punya dedikasi untuk memberikan yang terbaik bagi Persikabo," ujar Edison Hutahean dengan bangga.
source: pakuan raya
Gaji Pemain Lokal Jangan Terlalu Jomplang
Kecilnya gaji para pemain lokal Bogor dibandingkan pemain luar Bogor yg memperkuat Persikabo selama ini mulai mendapatkan perhatian serius dari beberapa elemen pemerhati sepakbola yang ada di Kabupaten Bogor. Apalagi selama ini Persikabo menggunakan dana APBD. Harusnya gaji pemain lokal pemain Persikabo asli Kabupaten Bogor jangan terlalu jomplang dengan pemain luar.
"Sangat tidak seimbang jika pemain lokal Kabupaten Bogor dihargai Rp 5 juta perbulan. Sementara para pemain luar Kabupaten Bogor menangguk gaji lebih dari 20 jutaan. Bahkan, ada yang mencapai 35 juta an lebih perbulannya. Ini tidak adil sama sekali. Apalagi, para pemain lokal Kabupaten Bogor ini sudah 2 musim lebih memperkuat Persikabo. Harusnya gaji pemain lokal Kabupaten Bogor ini minimalnya 8 hingga 10 juta perbulan," ujar Agustinus Toisuta, salah seorang pemerhati sepakbola Kabupaten Bogor.
Lebih lanjut, kata Agustinus, ia juga merasa kecewa dengan manajemen musim lalu saat mengontrak dan menggaji pemain asal Bandung, namun pemain tersebut tidak didaftarkan ke BLI tapi tetap mendapatkan gaji diatas 10 juta lebih. " Kami dari elemen KIS Kabupaten Bogor berharap manajemen tim Persikabo yang akan datang lebih memperhatikan soal kesejahteraan para pemain lokal asli Kabupaten Bogor. Termasuk soal melakukan kontraknya harus lebih bijaksana," bebernya tegas
source: pakuan raya
"Sangat tidak seimbang jika pemain lokal Kabupaten Bogor dihargai Rp 5 juta perbulan. Sementara para pemain luar Kabupaten Bogor menangguk gaji lebih dari 20 jutaan. Bahkan, ada yang mencapai 35 juta an lebih perbulannya. Ini tidak adil sama sekali. Apalagi, para pemain lokal Kabupaten Bogor ini sudah 2 musim lebih memperkuat Persikabo. Harusnya gaji pemain lokal Kabupaten Bogor ini minimalnya 8 hingga 10 juta perbulan," ujar Agustinus Toisuta, salah seorang pemerhati sepakbola Kabupaten Bogor.
Lebih lanjut, kata Agustinus, ia juga merasa kecewa dengan manajemen musim lalu saat mengontrak dan menggaji pemain asal Bandung, namun pemain tersebut tidak didaftarkan ke BLI tapi tetap mendapatkan gaji diatas 10 juta lebih. " Kami dari elemen KIS Kabupaten Bogor berharap manajemen tim Persikabo yang akan datang lebih memperhatikan soal kesejahteraan para pemain lokal asli Kabupaten Bogor. Termasuk soal melakukan kontraknya harus lebih bijaksana," bebernya tegas
source: pakuan raya
Draft kontrak untuk Pagbe
Jelang musim kompetisi Divisi Utama 2011-2012, Persikabo gencar berburu pemain andal guna merealisasikan target menuju Indonesia Super League (ISL). Salah satunya adalah David Pagbe yang kini merumput bersama Semen Padang dan tergabung dalam skuad All Star ISL saat Perang Bintang kontra Persipura, beberapa waktu lalu.
Direktur Keuangan Persikabo, Rudy Ferdian mengatakan, manajemen Laskar Pajajaran telah menyodorkan draf kontrak. Namun, semuanya kembali kepada stoper berharga Rp800 juta saat pindah ke Semen Padang itu. “Kami sudah menyodorkan kontrak, tapi nilainya lebih murah ketimbang di Semen Padang. Mudah-mudahan saja dia mau,” ujarnya kepada Radar Bogor.
Dalam kesempatan terpisah, Ketua Harian Kabomania, Kemal Pasha menegaskan, 40 korwil Kabomania bersepakat agar manajemen segera memboyong David Pagbe kembali ke Cibinong guna memperkuat barisan belakang. “Pokoknya kalau mau ke ISL harus membawa pemain bagus seperti David Pagbe,” tegasnya.
Sementara itu, saat dihubungi Radar Bogor visa telepon genggam, Pagbe mengaku siap kembali ke Persikabo. Namun ia masih menghargai kontraknya dengan Semen Padang hingga 31 Juli mendatang. “Kontrak saya masih sampai 31 Juli. Jadi sekarang saya masih belum bisa memutuskan. Tapi sebenarnya saya ingin kembali ke Persikabo,” jelas dia.
David menuturkan, ia siap saja merumput bersama Persikabo, asalkan nominal yang ditawarkan sesuai dengan keinginannya. Selain itu, ia ingin mengetahui terlebih dahulu target pasti Persikabo musim depan, materi pemain, serta sosok pelatih Laskar Pajajaran.
“Kalau targetnya ISL saya siap. Kalau tidak, lihat materi pemain dulu. Saya nggak perlu pemain bintang, tapi legiun yang berjiwa petarung. Sosok pelatih juga tak terlepas, karena dapat mempengaruhi performa tim,” tutur pemain asal Kamerun ini.
Sementara itu, mantan pemain Persikabo, Saeran, setuju jika David Pagbe kembali memperkuat Laskar Pajajaran. “Pagbe pemain yang punya determinasi tinggi di lapangan, disiplin dan tidak manja. Nah pemain seperti inilah yang saat ini dibutuhkan Persikabo kalau mau ke Superliga,” papar pria yang kini membesut Tim Suratin Persikabo ini.
source: radar bogor
Direktur Keuangan Persikabo, Rudy Ferdian mengatakan, manajemen Laskar Pajajaran telah menyodorkan draf kontrak. Namun, semuanya kembali kepada stoper berharga Rp800 juta saat pindah ke Semen Padang itu. “Kami sudah menyodorkan kontrak, tapi nilainya lebih murah ketimbang di Semen Padang. Mudah-mudahan saja dia mau,” ujarnya kepada Radar Bogor.
Dalam kesempatan terpisah, Ketua Harian Kabomania, Kemal Pasha menegaskan, 40 korwil Kabomania bersepakat agar manajemen segera memboyong David Pagbe kembali ke Cibinong guna memperkuat barisan belakang. “Pokoknya kalau mau ke ISL harus membawa pemain bagus seperti David Pagbe,” tegasnya.
Sementara itu, saat dihubungi Radar Bogor visa telepon genggam, Pagbe mengaku siap kembali ke Persikabo. Namun ia masih menghargai kontraknya dengan Semen Padang hingga 31 Juli mendatang. “Kontrak saya masih sampai 31 Juli. Jadi sekarang saya masih belum bisa memutuskan. Tapi sebenarnya saya ingin kembali ke Persikabo,” jelas dia.
David menuturkan, ia siap saja merumput bersama Persikabo, asalkan nominal yang ditawarkan sesuai dengan keinginannya. Selain itu, ia ingin mengetahui terlebih dahulu target pasti Persikabo musim depan, materi pemain, serta sosok pelatih Laskar Pajajaran.
“Kalau targetnya ISL saya siap. Kalau tidak, lihat materi pemain dulu. Saya nggak perlu pemain bintang, tapi legiun yang berjiwa petarung. Sosok pelatih juga tak terlepas, karena dapat mempengaruhi performa tim,” tutur pemain asal Kamerun ini.
Sementara itu, mantan pemain Persikabo, Saeran, setuju jika David Pagbe kembali memperkuat Laskar Pajajaran. “Pagbe pemain yang punya determinasi tinggi di lapangan, disiplin dan tidak manja. Nah pemain seperti inilah yang saat ini dibutuhkan Persikabo kalau mau ke Superliga,” papar pria yang kini membesut Tim Suratin Persikabo ini.
source: radar bogor
Lima Puluh Persen Lokal
Meskipun masih harus menunggu Kongres PSSI, namun jajaran pengurus teras Persikabo sudah membocorkan nama-nama pemain yang masih akan berbaju Persikabo musim depan. Beberapa nama pemain tersebut didominasi para pemain muda asli Kabupaten Bogor dan ditambah beberapa pemain luar Bogor yang dianggap layak berbaju Laskar Pajajaran.
"Kita sudah membuat floating beberapa nama pemain yang masih layak bertahan di Persikabo. Kebanyakan para pemain tersebut adalah pemain lokal Kabupaten Bogor dan ditambah beberapa pemain luar Bogor yang harga atau nilai kontraknya masih terjangkau," ujar Direktur Teknik Persikabo, Edison Hutahean kepada Pakar kemarin petang.
Edison menambahkan, beberapa nama pemain yang layak dipertahankan diantaranya, Jarot, Dony Fahamsyah, Ilham Hasan, Erik, Septian, Saefuloh, Mumin, Ridwan Awaludin, Rojali, Kresna, Wawan Susilo, Dian Irawan, M. Yusuf dan Dedy.
Dalam kesempatan yang sama, kata Edison, kendati Persikabo akan memberikan kesempatan penuh kepada para pemain lokal Kabupaten Bogor.
Namun, ia berharap para pemain lokal harus bisa menjaga kondisi fisik dan kesehatannya. Karena musim depan, Persikabo akan benar -benar melakukan seleksi kesehatan kepada semua para pemain yang masuk proyeksi tim Persikabo musim depan.
source: pakuan raya
"Kita sudah membuat floating beberapa nama pemain yang masih layak bertahan di Persikabo. Kebanyakan para pemain tersebut adalah pemain lokal Kabupaten Bogor dan ditambah beberapa pemain luar Bogor yang harga atau nilai kontraknya masih terjangkau," ujar Direktur Teknik Persikabo, Edison Hutahean kepada Pakar kemarin petang.
Edison menambahkan, beberapa nama pemain yang layak dipertahankan diantaranya, Jarot, Dony Fahamsyah, Ilham Hasan, Erik, Septian, Saefuloh, Mumin, Ridwan Awaludin, Rojali, Kresna, Wawan Susilo, Dian Irawan, M. Yusuf dan Dedy.
Dalam kesempatan yang sama, kata Edison, kendati Persikabo akan memberikan kesempatan penuh kepada para pemain lokal Kabupaten Bogor.
Namun, ia berharap para pemain lokal harus bisa menjaga kondisi fisik dan kesehatannya. Karena musim depan, Persikabo akan benar -benar melakukan seleksi kesehatan kepada semua para pemain yang masuk proyeksi tim Persikabo musim depan.
source: pakuan raya
Suratin Persikabo Coba Persipasi
Skuad Persikabo junior dijadwalkan menggelar ujicoba tandang melawan Persipasi Bekasi, Rabu (6/7). Ujicoba ini untuk mematangkan persiapan Liga Remaja U-18 Piala Suratin 2011 Tingkat Jawa Barat di Kota Cimahi, 18-28 Juli mendatang. U-18 Persikabo menargetkan lolos di penyisihan grup D. “Kami perlu ujicoba untuk mengetes lagi mental pemain,” ujar asisten manajer Yudi Agus Soleh.
Edi dkk sebelumnya di Stadion Persikabo, Rabu (29/6) juga berujicoba dengan PSDS Duren Seribu, Sawangan dengan kekalahan 2-3. Yudi mengatakan, meski pada ujicoba melawan Duren Seribu timnya kalah, namun pemain sudah menunjukan ambisinya di lapangan sehingga sudah mendekati harapan tim pelatih. “Masih ada waktu untuk menutupi kelemahan. Namun harus diakui, mental bertanding pemain dan finishing sudah cukup bagus, hanya kerja-sama tim saya yang masih kurang,” ungkapnya.
Meski begitu, dengan sisa waktu sebelum kompetisi bergulir, manajemen berharap pelatih mesti membenahi kekurangan tersebut. “Kami optimis dengan target yang telah kami usung yakni lolos ke babak berikutnya,”tandasnya.
Pelatih Sairan mengungkapkan, tidak mempersoalkan hasil yang diraih pada laga uji coba lalu. Tetapi dirinya lebih memfokuskan bagaimana menemukan skema permainan yang pas. “Lawan Duren Seribu, usia dan postur tim lawan lebih besar dan itu sengaja untuk mengasah mental pemain,”ujarnya.
Sairan menegaskan, fokus mematangkan kerjasama antar pemain dan skema permainan, termasuk kembali melakukan uji tanding. “Masih ada waktu beberapa hari kedepan untuk membenahi kelemahan, terutama dalam hal kerjasama antar pemain yang saat ini belum padu sepenuhnya,” tandasnya lagi.
source: jurnal bogor
Edi dkk sebelumnya di Stadion Persikabo, Rabu (29/6) juga berujicoba dengan PSDS Duren Seribu, Sawangan dengan kekalahan 2-3. Yudi mengatakan, meski pada ujicoba melawan Duren Seribu timnya kalah, namun pemain sudah menunjukan ambisinya di lapangan sehingga sudah mendekati harapan tim pelatih. “Masih ada waktu untuk menutupi kelemahan. Namun harus diakui, mental bertanding pemain dan finishing sudah cukup bagus, hanya kerja-sama tim saya yang masih kurang,” ungkapnya.
Meski begitu, dengan sisa waktu sebelum kompetisi bergulir, manajemen berharap pelatih mesti membenahi kekurangan tersebut. “Kami optimis dengan target yang telah kami usung yakni lolos ke babak berikutnya,”tandasnya.
Pelatih Sairan mengungkapkan, tidak mempersoalkan hasil yang diraih pada laga uji coba lalu. Tetapi dirinya lebih memfokuskan bagaimana menemukan skema permainan yang pas. “Lawan Duren Seribu, usia dan postur tim lawan lebih besar dan itu sengaja untuk mengasah mental pemain,”ujarnya.
Sairan menegaskan, fokus mematangkan kerjasama antar pemain dan skema permainan, termasuk kembali melakukan uji tanding. “Masih ada waktu beberapa hari kedepan untuk membenahi kelemahan, terutama dalam hal kerjasama antar pemain yang saat ini belum padu sepenuhnya,” tandasnya lagi.
source: jurnal bogor
Jadwal pertandingan piala AFF U-23 Palembang
Timnas U-23 akan tampil di Piala AFF U-23 di Palembang 16-26 Juli mendatang, Berikut Jadwalnya:
16 Juli: Indonesia vs Timor Leste, Singapura vs Filipina
18 Juli: Filipin vs Myanmar, Singapura vs Indonesia
20 Juli: Myanmar vs Singapura, Timor Leste vs Filipina
22 Juli: Singapura vs Timor Leste, Indonesia vs Myanmar
24 Juli: Filipina vs Indonesia, Timor Leste vs Mynmar
26 Juli: Perebutan tempat ke-3, Final
16 Juli: Indonesia vs Timor Leste, Singapura vs Filipina
18 Juli: Filipin vs Myanmar, Singapura vs Indonesia
20 Juli: Myanmar vs Singapura, Timor Leste vs Filipina
22 Juli: Singapura vs Timor Leste, Indonesia vs Myanmar
24 Juli: Filipina vs Indonesia, Timor Leste vs Mynmar
26 Juli: Perebutan tempat ke-3, Final
Jumat, 01 Juli 2011
Perbaiki Kompetisi, Kurangi Pemain Asing
“Atmosfer sepak bola Indonesia sedang bergejolak. Pasalnya, publik gerah dan akhirnya buka suara terkait bobroknya prestasi sepak bola negeri ini. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), ditengarai harus bertanggungjawab atas masalah ini.
Anggota Kongres Sepak Bola Nasional (KSN), Sumohadi Marsis mengatakan, kompetisi yang sedang bergulir di Indonesia harus dibenahi baik konten dan kualitas. Perbaikannya harus dijalankan secara konsisiten dan berlanjut. “Kalau sudah berjalan dan menjadi tradisi, dengan sendirinya prestasi akan diukir,” ujarnya kepada Bolanews.com, Senin (8/3).
Selanjutnya, penggunaan pemain asing juga harus dibatasi. Kalau sekarang diperbolehkan menggunakan lima pemain luar, besok hanya tiga. Itupun, kalau bisa hanya dua orang yang boleh tampil, katanya.
“Pengurangan jumlah pemain asing punya tujuan agar memberikan ruang dan kesempatan buat pemain lokal untuk menunjukan kemampuannya. Kalau sering dikasih kesempatan artinya, banyak pemain lokal yang akan berkembang,” jelasnya.”
Saya tidak habis berpikir kenapa hanya pemain asing yang di salahkan atas prestasi yang kurang baik dari TIMNAS indonesia…. Sulit rasanya menbayangkan sebuah kompetisi di negara mana pun tanpa kehadiran pemain asing. Pemain asing menjadi daya tarik tersendiri untuk kompetisi lokal. Tanpa pemain asing Kompetisi tidak akan menarik perhatian penonton dan sponsor.
Pemain asing yang berlaga di ISL dan Divisi Utama disaring terlebih dahulu oleh BLI, agar kualitas mereka sedikitnya bisa di ukur, berkaitan dengan kebutuhan kompetisi ISL dan standart yang telah di tetapkan. Soal Verifikasi Pemain asing, hanya LIGA Indonesia yang melakukan itu.
Persoalan di Indonesia bukan pemain asing sebenarnya. Justru berkat kehadiran pemain asing dan organisasi sepakbola di BLI, walaupun belum sempurna, rating LIGA indonesia sudah termasuk 4 atau 5 besar ASIA.
Persoalan sepakbola Indonesia adalah kurangnya perhatian untuk YOUTH DEVELOPMENT atau pembinaan usia muda. Di Sekolah sekolah sepakbola tidak ada pemain asing sebenarnya…karena mereka itu datang ke Indonesia untuk memperkuat tim yang sudah lama terbentuk. Pemain yang akan memperkuat TIMNAS di masa yang akan datang harus di bentuk dari sekarang mulai dari SSB sampai U-14, U-18, U-21…..
Untuk menbentuk pemain yang berkualitas ada beberapa faktor penting:
1.Waktu.
2.Dana.
3.Pelatih dan staf yang berkualitas,
4.Infrastruktur yang memadai.
Semua ini belum di miliki INDONESIA:
1.INDONESIA tidak mau ambil waktu karena semua Klub mau raih sukses secara instan tanpa persiapan yang matang.
2.Indonesia tidak punya dana, atau dana itu tidak di alokasikan dengan baik.
Pembentukan pemain butuh dana yang tidak sedikit. Di semua Negara sepakbola bisa bangkit dan maju berawal dari investasi pemerintah. Investasi untuk masa depan dan kebangkitan sepakbola NASIONAL.
Swasta dapat meneruskan usaha pemerintah tetapi tidak akan memulainya. Deteksi, penyaringan, pembentukan pemain itu seharusnya di lakukan dengan skala yang luas. Hanya pemerintah yang punya wewenang dan kepentingan untuk memulai program secara NASIONAL.
3.Indonesia tidak punya Pelatih yang cukup,
Semua pelatih hanya fokus di tim LIGA SUPER atau DIVISI UTAMA. Tidak ada yang
perhatikan bibit bibit mudah.
Banyak pelatih pelatih di Indonesia tidak punya pengetahuan cukup tentang sepakbola internasional dan perkembangan metode metode latihan. Saya jarang dengar ada pelatih Indonesia ikut kursus di Luar negeri untuk memeperluas wawasan. Padahal hanya dengan cara itu saja orang biasa belajar.
4.Infrastruktur stadion dan SSB harus di benahi. Semua standar masih sangat rendah di klub (rumput stadion latihan, mess, perlengkapan latihan…).
Sepakbola itu bukan hanya ISl atau Divsi utama. Sepakbola perlu di benahi dari dasar. Secara Nasional harus menetapkan stándarisasi SSb, Standardisasi pelatih pelatih. Dari pelatih sampai tukang Kebun yang merawat lapangan harus bisa di andalkan.
Kalau semua itu sudah di atur dengan baik baru bisa fokus ke prestasi dan menetapkan target, Apabila target meleset, jangan putus asa tetapi harus menperbaiki lagi agar target berikut tidak melesat lagi.
Peman asing seharusnya hanya jadi pelengkap di tim. Penyempurna saja. Sedangkan di berapa tim di Indonesia Pemain Asing di jadikan dasar kekuatan utama. Langkah itu salah. Apabila pembinaan berhasil di jalankan dengan benar, Klub klub nanti akan fokus ke pemain asing yang benar benar pantas untuk di rekrut. Bukan lagi pemain asing dengan kemampuan biasa biasa saja.
source: bolanews.com
Profil - David Pagbe: Kontribusi 100 Persen
![]() |
| David Pagbe ketika masih membela Persikabo . |
Pagbe mampu menjadi center bek yang sangat tangguh
Goal.com,
Goal.com,
Ketika mempersiapkan diri menghadapi musim pertamanya di kompetsisi Superliga 2010/11, salah satu target utama belanja pemain Semen Padang adalah David Ngan Pagbe. Lelaki Kamerun ini dipersiapkan menjadi pilar pertahanan "kerbau Sirah". Ketika kompetisi berjalan, pilihan terhadap Pagbe terbukti tidak salah.
Pada awalnya, pendukung Semen Padang sempat mempertanyakan kemampuan pemain kelahiran 18 Oktober 1978 ini untuk bisa bersaing di Superliga. Disamping kurang begitu dikenal, karena sebelumnya "hanya" beredar selama dua musim di kompetisi Divisi Utama bersama Persikabo Kabupaten Bogor, usianya juga tak muda lagi.
Apalagi, Pagbe dipersiapkan sebagai pengganti Claudio "Toyo" Antonio, yang telah terlanjur menjadi idola pendukung SP, berkat kontribusinya yang luar biasa meloloskan SP ke Superliga. Tapi pelatih Nil Maizar punya pandangan lain, dia berani menepikan Toyo agar Pagbe bisa masuk.
Nil terbukti benar, Pagbe mampu menjadi center bek yang sangat tangguh. Kehadirannya telah membuat pertahanan "Kabau Sirah" menjadi kokoh dan sulit ditembus lawan. Visi bermain yang sangat baik, ditambah fisik prima, dan totalitas dalam bermain, membuat Pagbe tak tergantikan di starting XI.
"Dia pemain yang sangat profesional, tidak hanya di lapangan, tapi juga diluar lapangan. Dia bukan tipikal pemain yang suka membuat masalah atau berhura-hura. Dia disini hanya untuk berlatih dan bermain."kata pelatih Nil Maizar, soal pemain dengan postur 185 cm itu.
Dengat totalitas seperti itu, tidak mengherankan jika Pagbe menjadi pemain dengan "minutes play" tertinggi di Semen Padang, dengan porsentase 100 persen. Karena selama 26 pertandingan yang sudah diselesaikan Semen Padang, Pagbe tak pernah absen dan selalu turun selama 90 menit. "Itu salah satu bukti kontribusi besar dan sikap profesional Pagbe dalam tim."kata Nil tentang pemain yang selama kiprahnya di Superliga bersama SP, belum pernah dihadiahi kartu oleh wasit.
Kelebihan Pagbe, selain tangguh dalam duel bola-bola udara, adalah cermat membaca setiap arah bola dan mempunyai tekel yang bersih, sehingga dia nyaris selalu mampu mengantisipasi setiap serangan lawan. "Kalau soal duel satu lawan satu dengan striker lawan, saya berani mengatakan, Pagbe adalah salah satu yang terbaik di kompetisi ini,"imbuh Nil.
Pagbe tak hanya piawai menghentikan serangan lawan, tapi jaga mampu mencetak gol-gol penting bagi timnya. Untuk ukuran seorang pemain belakang, empat gol yang disumbangkan adalah sesuatu yang cukup istimewa. Apalagi gol-gol itu adalah gol krusial yang memberikan angka pada Semen Padang.
Gol bernilai tiga angka yang diberikan Pagbe adalah saat mecetak gol tunggal kemenangan Semen Padang atas PSPS Pekanbaru di Padang. Kemudian mencetak gol yang memastikan kemenangan SP 2-1 atas Persiba Balikpapan, Kamis lalu. Dua gol lainnya dihasilkan Pagbe saat SP menahan Persib Bandung 1-1 di Bandung, dan satu gol saat mengalahkan Arema Indonesia 2-0 di Padang.
Dengan track record seperti itu, sangat pantas jika nama lelaki beristrikan wanita Malaysia itu masuk nominasi tim All Stars Superliga, yang akan bertarung dalam ajang perang bintang melawan juara superliga Persipura Jayapura, akhir bulan ini.
Tidak hanya itu, sinyal positif juga datang dari manajemen Semen Padang. Draft kontrak baru untuk memperpanjang durasi kerja Pagbe di SP musim depan kabarnya sudah disiapkan, dan tinggal ditandatangi saja.
"Belum pernah saya melihat pemain asing di SP yang seperti Pagbe. Kontribusi dan kehadirannya memberi dampak sangat positif bagi tim. Tidak hanya di lapangan, tapi juga diluar lapangan Saya harap dia masih bersama kita musim depan,"kata Direktur Teknik PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP), Toto Sudibyo, dalam perbincangan dengan goal.comIndonesia, di tribun Stadion Manahan Solo, saat menyaksikan laga Persija vs Semen Padang beberapa waktu lalu.
Pada awalnya, pendukung Semen Padang sempat mempertanyakan kemampuan pemain kelahiran 18 Oktober 1978 ini untuk bisa bersaing di Superliga. Disamping kurang begitu dikenal, karena sebelumnya "hanya" beredar selama dua musim di kompetisi Divisi Utama bersama Persikabo Kabupaten Bogor, usianya juga tak muda lagi.
Apalagi, Pagbe dipersiapkan sebagai pengganti Claudio "Toyo" Antonio, yang telah terlanjur menjadi idola pendukung SP, berkat kontribusinya yang luar biasa meloloskan SP ke Superliga. Tapi pelatih Nil Maizar punya pandangan lain, dia berani menepikan Toyo agar Pagbe bisa masuk.
Nil terbukti benar, Pagbe mampu menjadi center bek yang sangat tangguh. Kehadirannya telah membuat pertahanan "Kabau Sirah" menjadi kokoh dan sulit ditembus lawan. Visi bermain yang sangat baik, ditambah fisik prima, dan totalitas dalam bermain, membuat Pagbe tak tergantikan di starting XI.
"Dia pemain yang sangat profesional, tidak hanya di lapangan, tapi juga diluar lapangan. Dia bukan tipikal pemain yang suka membuat masalah atau berhura-hura. Dia disini hanya untuk berlatih dan bermain."kata pelatih Nil Maizar, soal pemain dengan postur 185 cm itu.
Dengat totalitas seperti itu, tidak mengherankan jika Pagbe menjadi pemain dengan "minutes play" tertinggi di Semen Padang, dengan porsentase 100 persen. Karena selama 26 pertandingan yang sudah diselesaikan Semen Padang, Pagbe tak pernah absen dan selalu turun selama 90 menit. "Itu salah satu bukti kontribusi besar dan sikap profesional Pagbe dalam tim."kata Nil tentang pemain yang selama kiprahnya di Superliga bersama SP, belum pernah dihadiahi kartu oleh wasit.
Kelebihan Pagbe, selain tangguh dalam duel bola-bola udara, adalah cermat membaca setiap arah bola dan mempunyai tekel yang bersih, sehingga dia nyaris selalu mampu mengantisipasi setiap serangan lawan. "Kalau soal duel satu lawan satu dengan striker lawan, saya berani mengatakan, Pagbe adalah salah satu yang terbaik di kompetisi ini,"imbuh Nil.
Pagbe tak hanya piawai menghentikan serangan lawan, tapi jaga mampu mencetak gol-gol penting bagi timnya. Untuk ukuran seorang pemain belakang, empat gol yang disumbangkan adalah sesuatu yang cukup istimewa. Apalagi gol-gol itu adalah gol krusial yang memberikan angka pada Semen Padang.
Gol bernilai tiga angka yang diberikan Pagbe adalah saat mecetak gol tunggal kemenangan Semen Padang atas PSPS Pekanbaru di Padang. Kemudian mencetak gol yang memastikan kemenangan SP 2-1 atas Persiba Balikpapan, Kamis lalu. Dua gol lainnya dihasilkan Pagbe saat SP menahan Persib Bandung 1-1 di Bandung, dan satu gol saat mengalahkan Arema Indonesia 2-0 di Padang.
Dengan track record seperti itu, sangat pantas jika nama lelaki beristrikan wanita Malaysia itu masuk nominasi tim All Stars Superliga, yang akan bertarung dalam ajang perang bintang melawan juara superliga Persipura Jayapura, akhir bulan ini.
Tidak hanya itu, sinyal positif juga datang dari manajemen Semen Padang. Draft kontrak baru untuk memperpanjang durasi kerja Pagbe di SP musim depan kabarnya sudah disiapkan, dan tinggal ditandatangi saja.
"Belum pernah saya melihat pemain asing di SP yang seperti Pagbe. Kontribusi dan kehadirannya memberi dampak sangat positif bagi tim. Tidak hanya di lapangan, tapi juga diluar lapangan Saya harap dia masih bersama kita musim depan,"kata Direktur Teknik PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP), Toto Sudibyo, dalam perbincangan dengan goal.comIndonesia, di tribun Stadion Manahan Solo, saat menyaksikan laga Persija vs Semen Padang beberapa waktu lalu.
Langganan:
Komentar (Atom)












