Selasa, 28 Juni 2011

Panpel Gelar Acara "Nobar" Kongres PSSI

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk mempermudah pencinta sepak bola dalam menyaksikan jalannya Kongres PSSI di Surakarta, Jawa Tengah, panita pelaksana kongres akan menggelar acara nonton bareng di sejumlah lokasi.
Anggota Komite Normalisasi sekaligus pengawas panitia pelaksana lokal Kongres PSSI, FX Hadi Rudiyatmo, mengatakan, panitia telah menetapkan lima tempat di Surakarta yang akan dijadikan sebagai tempat nobar selama kongres berlangsung.
"Kelima titik itu adalah Balai Persis, Lokananta, Sriwedari, Manahan, Pendopo Balai Kota. Ini dilakukan agar semua masyarakat tahu bagaimana kongres berjalan," kata Rudi dalam konferensi pers di Sekretariat PSSI, Selasa (28/6/2011).
Selain itu, Rudi mengatakan bahwa panitia lokal juga akan menyiapkan acara-acara lain, di antaranya penyambutan anggota kongres yang akan dilakukan oleh 350 siswa sekolah dasar. "Lalu ada kirab budaya dengan nuansa Jawa. Malamnya, akan dijamu makan malam di rumah dinas wali kota Surakarta yang akan dimeriahkan keroncong dan wayang," katanya.
Soal keamanan, Rudi menyatakan akan ada 1.200 anggota Polri yang terlibat. Masyarakat pencinta sepak bola di Surakarta juga siap membantu kelancaran kongres PSSI.
Sebelumnya, Wali Kota Surakarta Joko Widodo menegaskan bahwa Kongres PSSI akan berlangsung secara tertutup. Hal ini dilakukan untuk mengurangi potensi terjadinya gangguan keamanan selama kongres berlangsung.

Akhirnya Uang Kompensasi Akan Dibayarkan

Cibinong - Kabar gembira muncul dari Ketua Umum Kabomania Dicky Dompas sehubungan dengan uang kompensasi untuk Kabomania yang telah dijanjikan Panepl Pertandingan Persikabo.  Melalui hubungan telepon Dicky Dompas mengatakan bahwa Panpel berjanji bahwa uang kompensasi tersebut akan dibayarkan pada hari ini Selasa 28/06/2011.
“Saya sudah bertemu Pak Edison Hutahean, ketua panpel. Uang itu akan dibayar besok (hari ini-red),” ujar Ketua Umum Kabomania Dicky Dompas. “Kami sebenarnya lebih suka persuasif dan informasi akan dibayar itu disambut korwil dengan senang hati,” sambung Ketua Harian Kabomania, Kemal Fasya, seperti yang redaksi kutip dari harian Jurnal Bogor.
Seperti diberitakan media ini kemarin bahwa Kabomania akan menuntut haknya atas kompensisasi pembelian ticket yang naik menjadi 5000, menanggapi berita ini rupanya Panpel langsung bereaksi cepat dan berjanji akan membayarkan kompensasi hari ini.  Dari pihak Kabomania sendiri pemberian kompensasi akan dihadiri oleh perwakilan masing-masing Korwil untuk menjaga transparansi.  Seperti SMS yang redaksi terima dari Ketua Harian Kemal Pasya, bahwa pertemuan akan berlangsung pada Hari Selasa ini jam 15 WIB.  Maka dengan kesepakatan ini, pendukung Persikabo itu mengurungkan niat menyampaikan aspirasinya ke pendopo Bupati.
source: www.kabomania.org

Suimin Paling Ideal

Permintaan kepada manajemen Persikabo untuk mengembalikan Suimin ke tahta pelatih Persikabo, ternyata tidak hanya di suarakan oleh Kabomania saja. Pengamat Sepakbola Bogor, Baher mengatakan, Suimin adalah sosok yang paling tepat untuk menangani Persikabo di musim depan. Terlebih dengan adanya turnamen lokal Kabupaten Bogor, PERY yang baru selesai dihelat.
‎"Banyak talenta muda yang terkurung di bangku cadangan, bahkan sebagian dari mereka tidak sempat menjadi cadangan," jabar Baher.
Pria bertubuh subur itu juga berkaca pada prestasi yang di torehkan pelatih yang memiliki disiplin tinggi itu. Pada era Suimin, Persikabo bisa menempati urutan lima besar di papan klasemen DU Ligina. Sementara pada musim ini, Persikabo hanya bisa berada di posisi papan tengah klasemen. Di awal musim, persikabo bahkan sempat terancam degradasi.
Source : Bolamania

Senin, 27 Juni 2011

Alfred Jakarta, Rahmad Palembang


Persoalan dualisme pelatih di level timnas U-23 akhirnya tuntas. Alfred Riedl dan Rahmad Darmawan sepakat berbagi pekerjaan.
Alfred bakal fokus menangani timnas senior yang akan tampil di Kualifikasi Piala Dunia 2014 didampingi Wolfgang Pikal. Sementara itu Rahmad bakal mengomandoi timnas U-23 yang akan menyongsong Piala AFF U-23 bersama Widodo C. Putro di Palembang.
"Urusan pendistribusian tugas sudah jelas. Masing-masing asisten kini bisa fokus membantu kerja Alfred," ujar Wolfgang.
Rahmad menyebut dirinya tidak pernah keberatan kalaupun harus diposisikan sebagai asisten Alfred.
"Buat saya yang paling penting adalah pembagian tugas yang jelas. Saya tidak ingin bekerja tanpa tahu area kewenangan yang dijalankan," tutur pelatih Persija ini.
Mulai 1 Juli Rahmad akan fokus menempa pemain timnas U-23. Masa persiapan lebih dari dua pekan sebelum memasuki pergelaran turnamen pada 16-28 Juli dinilai cukup.
Riak Tibo
Walau sepakat dalam hal pembagian tugas, masih ada riak-riak persoalan kecil di jajaran manajerial timnas. Persoalan yang paling menghangat adalah soal susunan daftar pemain yang ditetapkan Alfred di dua timnas.
Total akan ada 50 pemain yang dipanggil untuk didistribusikan ke timnas senior dan U-23. Persoalan timbul berkaitan dengan sosok penyerang muda Persipura, Titus Bonai, yang direkomendasikan Rahmad menjadi bagian dari skuad Garuda Muda.
Rahmad suka dengan gaya permainan Tibo. Sayang keinginannya memanggil sang bomber tak direstui Alfred.
Pelatih asal Austria ini telah mencoret sang di perhelatan Pra-Olimpiade lalu. Tibo tertangkap tangan mabuk minuman keras.
Alfred telah menegaskan tidak akan memanggil Tibo sepanjang dirinya menangani timnas, "Alfred tidak mau Tibo masuk timnas U-23. Kelakuannya dinilai telah melampaui batas kewajaran,"  ucap Wolfgang.
Alfred sendiri masih mempersilakan Rahmad memasukkan nama Oktovianus Maniani sekalipun sang pemain juga tersandung kasus indisipliner.
"Kasus Okto masih bisa ditoleransi. Ia hanya telat datang latihan. Secara pribadi ia berjanji bertindak lebih disiplin lagi," ujar Wolfgang.
Selain perbedaan presepsi soal pemain, problem keuangan juga berpotensi mengganggu timnas.
Deputi Bidang Teknis BTN, Iman Arif, sebelum berangkat ke AS mengaku belum mendapat kepastian pendanaan buat menopang program pelatnas. "Jujur saja saya tidak bisa leluasa bergerak karena kas BTN benar-benar kosong," ungkap Iman. Meski demikian kabarnya sejumlah BUMN akan segera menggelontorkan dana ke timnas U-23 sebesar Rp 9 miliar.


Program Timnas Senior
3 Juli: Berkumpul di Jakarta
4 Juli: Mulai sesi latihan
19 Juli: Berangkat ke Turkmenistan
23 Juli: Leg pertama vs Turkmenistan
24 Juli: Kembali ke Jakarta dan melakukan sesi latihan
28 Juli: Leg pertama vs Turkmenistan 

TIMNAS U-23 
1 Juli: Berkumpul di Palembang
2 Juli: Mulai sesi latihan
8 Juli: Uji coba dengan tim lokal
12 Juli: Uji coba dengan tim lokal
16-28 Juli: Tampil di Piala AFF U-23



source: bolanews.com

Kabomania Marah Besar

Mau Ontrog Pendopo, Jika Uang Kompensasi Tiket Belum Dikembalikan Panpel


Cibinong - Kabar mengejutkan keluar dari Kabomania. Panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persikabo Kabupaten Bogor dinilai ingkar janji. Akibatnya, kelompok suporter pendukung Laskar Pajajaran, Kabomania marah besar. Masalahnya uang kompensasi tiket yang dijanjikan panpel tak kunjung diterima Kabomania. Hal itu terungkap pada acara silaturahmi korwil Kabomania di Gedung KNPI Cibinong, Minggu (26/6).
“Kami dijanjikan uang itu setelah pertandingan terakhir (30 April-red), namun hingga kini belum diterima,” ujar penanggungjawab korlap Kabomania, Untoro RT. “Semua korwil menanyakan terus uang itu, bukan apa-apa masih ada hutang ke pihak luar untuk mengganti keributan suporter,” sambung Ketua Harian Kabomania, Kemal Fasya.
Kabomania menegaskan, hanya menagih kompensasi tiket pada putaran kedua sebanyak 12 pertandingan. Karena kala itu, panpel sepakat menaikan harga tiket menjadi Rp 5.000 untuk anggota Kabomania yang semula pada putaran pertama hanya separuhnya. Uang tiket sebesar itu, Kabomania akan mendapat kompensasi Rp 1000 untuk kas.
Asumsi minimal, jika tiket Kabomania sebanyak 3. 000 lembar terjual, maka sudah ada uang Kabomania sebesar Rp 3.000.000, dikalikan 7 pertandingan misalnya, maka kas Kabomania akan terisi sebesar Rp 21.000.000. Kabomania menegaskan, jika panpel tak memiliki i’tikad baik, seluruh anggota Kabomania akan menarik diri dan antipati dengan Persikabo. “Kami sudah bosan menenangkan anggota yang menanyakan terus uang itu. Mereka kan awalnya mau bayar karena ada kompensasi yang bakal diterima,” ungkap Untoro lagi.
Kabomania dan panpel sudah melakukan pertemuan, namun jawaban tak memuaskan diterima Kabomania, alasannya panpel menunggu pencairan dana dari Pengcab PSSI Kabupaten Bogor. Loh, kok Pengcab?. “Biar kita demo saja ke pendopo dan utarakan langsung ke Ketua Umum Persikabo Rachmat Yasin,” seru salah satu anggota Kabomania yang mengaku tak habis pikir dengan alasan panpel. Sementara Ketua Panpel Edison Hutahean belum dapat dikonfirmasi. Hingga Minggu (26/6) malam, telepon selularnya tak bisa dihubungi.

source: jurnal bogor

River Plate Terdegradasi, Kerusuhan Pecah

Buenos Aires - Salah satu klub terbesar di Argentina dan wilayah Amerika Selatan, River Plate, harus menerima kenyataan pahit terdegradasi dari Primera Division. Ratusan fans klub tersebut langsung terlibat bentrok dengan polisi di luar stadion.

River Plate terdegradasi setelah cuma bisa bermain 1-1 dalam laga playoff menghadapi Belgrano dalam perebutan satu tempat di Primera Divison Liga Argentina. Hasil imbang tersebut membuat Los Millonarios dipastikan turun kasta ke Primera B Nacional karena pada pertandingan pertama kalah 0-2.

Ini menjadi kali pertama sepanjang 110 tahun sejarah perjalanan klub tersebut harus menerima pil pahit terlempar dari persaingan divisi teratas Liga Argentina. Sebuah kenyataan yang sulit diterima fans mengingat River Plate merupakan salah satu klub tersuskses di Argentina dengan telah mengumpulkan 33 gelar liga, dua titel Copa Libertadores serta sekali jadi kampiun Piala Interkontinental (cikal bakal Piala Dunia Antarklub).

Bertanding di kandang sendiri, Stadion Monumental, Minggu (26/6/2011) waktu setempat, River Plate sempat membuka harapan untuk bisa bertahan di kasta teratas setelah Mariano Pavone membuka keunggulan di menit enam. Namun Guillermo Farre mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 menyusul blunder barisan pertahanan tuan rumah. 

Skor 1-1 bertahan hingga laga tuntas dan River Plate terdegradasi karena kalah agregat 1-3.

Hasil tersebut langsung menyulut kemarahan sekitar 60.000 fans yang memadati Stadion Monumental. Bahkan sebelum peluit panjang dibunyikan wasit, penonton mulai bertindak rusuh dengan melempar berbagai benda ke dalam lapangan.

Meski laga bisa diselesaikan hingga 2 x 45 menit, pemain kedua kesebelasan sempat tertahan untuk bisa meninggalkan lapangan menuju ruang ganti. Beberapa pemain River Plate, termasuk kiper Juan Pablo Carrizo, terlihat terpukul dengan hasil laga tersebut dan meneteskan air mata.

Pemain kedua tim akhirnya bisa menuju ruang ganti dengan mendapat kawalan polisi saat. Sementara di luar stadion kerusuhan yang lebih besar pecah setelah fans dan polisi terlibat bentrok. 

Seperti dikutip dari Reuters, banyak fans yang mengalami cidera akibat kerusuhan tersebut. Namun belum diketahui apakah ada korban jiwa dalam kejadian itu.

source: detik.com

Jumat, 24 Juni 2011

LPI Tidak akan Dimerger dengan Kompetisi PSSI

Jakarta - Komite Normalisasi dan Liga Primer Indonesia terus bekerja untuk menarik LPI di bawah PSSI. Tapi tidak ada pembahasan mengenai merger LPI dengan kompetisi PSSI.

Itu adalah salah satu kesimpulan dair pertemuan KN dengan LPI yang digelar di Kantor PSSI, Jumat (24/6/2011). Hadir dalam pertemuan itu adalah CEO LPI Widjajanto dan jubir Abi Hasantoso, sedangkan KN diwakili Agum Gumelar dan Djoko Driyono.

Djoko mengungkapkan, pertemuan itu tidak membahas mengenai ke mana LPI akan masuk dalam piramida kompetisi PSSI.

"Tidak ada pembahasan mengenai soal LPI masuk ke piramida kompetisi (PSSI). Itu bukan wewenang KN, tapi wewenang PSSI yang baru," tutur Djoko Driyono.

"Pengurus PSSI nantinya tetap harus meneruskan mandat KN. Kita tidak tahu nanti akan seperti apa, tapi KN tidak berwenang menentukan," tukas Plt Sekjen PSSI itu.

Hal senada diungkapkan oleh Widjajanto. Ia mengatakan bahwa tidak ada rencana untuk menggabungkan LPI dengan kompetisi milik PSSI.

"Kami di sini hadir memenuhi undangan dari KN demi semangat rekonsiliasi. Tidak ada rencana penggabungan LPI dan kompetisi di PSSI itu," cetus Widjajanto.

"Tidak ada pembahasan ke arah sana. Kita tetap ingin mandiri. Kami mau lapor ke FIFA dulu soal pertemuan ini dan kami menunggu feedback dari FIFA," tuntas Widja, sapaan Widjajanto.


source : detik.com

Dewan Enggan Persikabo di Merger

CIBINONG - Meskipun nasib Persikabo belum jelas di musim kompetisi yang akan datang lantaran dana APBD akan dihapuskan, namun masyarakat bola Kabupaten Bogor tidak ingin jika klub kebanggan 4 juta rakyat bumi tegar beriman ini melakukan merger dengan klub Bogor Raya FC atapun kontestan Liga Primer Indonesia lainnya.
"Persikabo Bogor adalah harga diri rakyat Kabupaten Bogor. Sangat tidak mungkin kalau klub kebanggan 4 juta rakyat Kabupaten Bogor ini melakukan merger dan berubah namanya. Saya yakin akan banyak masyarakat bola di Kabupaten Bogor melakukan aksi demo kalau Persikabo merger dan berganti nama," papar Wawan Haikal, anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Golkar kepada Bolamania 
Hal yang sama juga dikatakan Sumarli, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS menegaskan, jangan pernah berharap Persikabo melakukan merger dan mengganti nama dengan klub yang akan dimergernya. Karena hal itu akan berdampak kemarahan para pecinta sepakbola di Kabupaten Bogor.
"Lebih baik saat ini Ketua Umum Persikabo harus duduk bareng dengan wakil rakyat, elemen mantan pemain bola Persikabo, Suporter dan pihak para pengusaha yang ada di Kabupaten Bogor. Saya yakin kalau semua ini bisa duduk bareng, aka nada solusi jitu bagi pencarian dana Persikabo untuk musim kompetisi musim depan," beber Sumarli dengan tegas. 
Sumarli menambahkan, memang akan berat jika sepakbola Profesional tanpa dibantu dana APBD. Karena atmosfir sepakbola di Indonesia belum bisa dijual kepada pihak sponsor. Kalaupun ada klub yang bisa menjaring sponsor tentunya klub itu punya prestasi, punya nama dan punya penonton yang melimpah . " Kami dari DPRD Kabupaten Bogor tetap menolak keras kalau Persikabo melakukan merger dengan klub lain yang ada di Liga Primer Indonesia. Persikabo adalah harga diri rakyat Kabupaten Bogor." Jabarnya. 



source: pakuan raya

Pemain Persikabo Banjir Lamaran

CIBINONG - Tingginya intensitas permainan para pemain Persikabo di musim lalu membuat beberapa klub Liga Primer Indonesia (LPI) dan Superliga mulai melirik para pemain Persikabo Bogor. Apalagi, hingga saat ini belum ada tanda tanda dari pengurus Persikabo melakukan pembicaraan dengan para pemain untuk musim depan. Setidaknya ada lima atau enam pemain Persikabo yang sudah dilirik beberapa klub anggota LPI dan Superliga seperti Wawan Darmawan (Batavia Union dan Semarang United), Zainal Arif (Bandung FC) , Erik Ebol, Septian (Bogor Raya FC), Ridwan Awaludin , Dedy ( Persiba Bantul) . Namun, para pemain tersebut belum bisa memberikan kepastian mau pindah dari Persikabo. Karena selain masih banyak yang mengaku betah di Persikabo ada juga beberapa pemain yang akan menunggu dulu siapa Ketua Umum PSSI mendatang. 
"Saya memang dapat tawaran dari Batavia Union dan Semarang United. Tapi saya belum bisa mengatakan setuju pindah ke mereka. Karena saya masih menunggu hasil Kongres PSSI mendatang. Jujur memang tawaran mereka lumayan besar. Tapi, saya masih menunggu hasil Kongres mendatang," ujar Wawan Darmawan, penjaga gawang utama Persikabo kepada Pakar belum lama ini. 
Sementara itu , Ebol dan Encek yang sudah digadang gadang bakal ke Bogor Raya FC pada lanjutan kompetisi LPI mendatang mengatakan, ia belum tentu menerima pinangan dari Bogor Raya FC. Karena keduanya mengaku masih betah di Persikabo. " Saya masih ingin memberikan yang terbaik bagi Persikabo. Saya belum bisa berpikir pindah ke klub lain," ujar Erik. 

source: pakuan raya

Optimalkan Pemain Lokal Musim Depan

Sejak jauh-jauh hari, Ketua Umum Persikabo Bogor, Rachmat Yasin mengatakan kalau skuad Persikabo musim depan akan banyak didominasi pemain yang berasal dari alumni PERY ataupun kompetisi internal Pengcab PSSI Kabupaten Bogor. Untuk itu, Ia juga segera mengintruksikan kepada jajaran pengurus Persikabo lainnya untuk menggagendakan tahapan seleksi awal kepada para pemain lokal asli Kabupaten Bogor.
"Semua pemain alumni PERY dan pemain Persikabo yang sudah ada tetap harus mengikuti tahapan seleksi. Apalagi, saya dan para pengurus Persikabo tidak akan ikut campur kepada tugas pelatih Persikabo yang ditetapkan nantinya. Urusan pemain adalah urusan pelatih. Karena pelatih yang akan membentuk skema permainan. Hingga pelatih lah yang akan punya wewenang utama dalam menentukan pemain mana yang akan dikontrak Persikabo," ujar Rachmat Yasin. 
Hal yang sama dikatakan Ketua Harian Persikabo , Drs. Adang Suptandar, AK menegaskan apa yang dikatakan Ketua Umum Persikabo itu memang harus dilaksanakan. Bahkan, secara tegas kata Adang, semua pemain Persikabo harus menunjukan kemampuan terbaiknya dalam tahapan seleksi mendatang. 
" Persikabo tidak akan menggunakan istilah anak emas , pemain yang bagus dalam segala hal yang akan menjadi bagian pilar Persikabo mendatang. Skill, teknik, fisik, mental bertanding dan keseharian akan menjadi prioritas dalam menetapkan pemain Persikabo musim depan. Saya setuju Persikabo harus melakukan seleksi awal lagi termasuk para pemain yang selama ini sudah biasa langganan masuk skuad Laskar Pajajaran," tegas Adang.

source: pakuan raya

Percayakan Pada RY

CIBINONG - Tahun ini merupakan tahun terakhir dimana masing-masing daerah boleh membiayai klub sepakbola profesional menggunakan dana APBD. Itu artinya, banyak klub sepakbola yang siap-siap gulung tikar lantaran belum mampu berjalan mandiri tanpa sokongan dana APBD. Kondisi seperti itu, tentu bisa saja menghantui tim kebanggan Masyarakat Kabupaten Bogor, Persikabo, jika mereka tak siap dengan wacana pemerintah tersebut. Namun, sejauh ini para pengurus Persikabo tampak tenang -tenang saja menyikapi perkembangan soal tidak bolehnya penggunaan dana APBD. Bahkan, Ketua Umum Persikabo, Rachmat Yasin justru melemparkan ide baru untuk menyiasati hal tersebut dengan membentuk kembali Liga Perserikatan seperti era tahun 80-an lalu. Menyikapi keputusan dari pemerintah pusat soal pelarangan dana APBD untuk tim sepakbola Profesional yang ada di Indonesia, Wawan Haikal salah seorang wakil rakyat dan masyarakat bola Kabupaten Bogor mengatakan, akan sangat sulit bagi Persikabo ataupun klub-klub sepakbola peserta kompetisi ISL dan Divisi Utama jika tanpa APBD.
"Akan sangat sulit bagi para klub untuk bisa lepas total dari dana APBD, buktinya masih banyak klub-klub yang kesulitasn bayar gaji pemainnya, meskipun masih mendapat bantuan dari dana APBD, yang ada semakin banyak klub gulung tikar karena tidak mampu membiayai klubnya," ucap Wawan Haikal kepada Pakar, kemarin. Kendati demikian, pria yang juga menjabat sebagai Ketua PLGI Kabupaten Bogor ini tetap merasa yakin jika Ketua Umum Persikabo punya ide brilian untuk tetap mempertahankan kelangsungan Persikabo supaya eksis dalam kompetisi sepakbola nasional. 
"Saya yakin, kang RY sudah menyiapkan gagasan yang rasional dan logis kalau memang Persikabo tidak pakai APBD. Apalagi di Kabupaten Bogor banyak sekali perusahan-perusahaan besar seperti PT Antam, Holcim, PT Indocement dll , yang bisa menopang dan melakukan kerjasama sebagai sponsor dengan Persikabo," tegas Wawan Haikal. 
Sementara itu, Kamaludin, salah seorang anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Demokrat mengatakan, semua pengurus klub sepakbola di Indonesia tentunya saat ini tengah pusing dan bingung terkait pelarangan dana APBD buat tim sepakbola Profesional. "Kalau memang tidak boleh lagi menggunakan dana APBD, maka pengurus Persikabo ataupun Pemkab Bogor harus bisa merayu dan mengoptimalkan sektor swasta yang ada di Kabupaten Bogor. Saya yakin Persikabo tetap eksis kalau para pengurus mau melakukan terobosan kerjasama dengan sektor swasta," ujar Kamaludin.

source: pakuan raya

Kamis, 23 Juni 2011

Tekuk Bontang FC, Persidafon Promosi ke ISL

Malang - Persidafon Dafonsoro dipastikan berlaga di kompetisi Indonesia Super League musim 2011/12. Di babak play-off promosi/degradasi, tim yang berbasis di Jayapura itu mengandaskan Bontang FC dengan skor 3-2.

Laga antara Persidafon yang finis keempat Divisi Utama melawan penghuni dasar klasemen ISL, Bontang FC dilangsungkan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis (23/6/2011) sore WIB. 

Bontang FC lebih dahulu memimpin 1-0 di babak pertama lewat gol pemain Jepang, Kenji Adachihara di menit 12. Setelah menerima crossing dari Satoshi Otomo, Kenji melakukan tendangan first time yang sukses menjebol gawang Persidafon.

Demi mengejar ketinggalan, Persidafon meningkatkan agresivitas sehingga melahirkan sebuah peluang di menit 33 melalui Abel Cello. Sayangnya, sepakan Cello belum sanggup melahirkan gol balasan buat timnya, paruh pertama pun ditutup dengan keunggulan Bontang FC.

Bontang FC langsung dikejutkan dengan gol cepat Persidafon saat babak kedua baru berjalan tiga menit. Adalah Lucas Rukabu yang menjadi pencetak gol pertama Persidafon sehingga menjadikan laga kini seimbang 1-1.

Persidafon bahkan lantas berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1. Juan Marcello Cirelli sukses mengeksekusi penalti usai Arifki Eka Putra melakukan pelanggaran terhadap Rasmoyo di kotak terlarang.

Perminan kembali sama kuat di menit 65. Bontang FC berhasil menyamakan skor 2-2 setelah pemain pengganti M. Istigfar membobol gawang Persidafon.

Patrick Wanggai yang masuk sebagai pengganti menjadi pahlawan buat Persidafon setelah mencetak gol kemenangan semenit kemudian. Gol ini menimbulkan protes terhadap wasit.

Laga ini diwarnai protes keras yang dilancarkan oleh para pemain Bontang FC setelah pemain Persidafon melakukan handsball di masa injury time. Akan tetapi, wasit tak memberikan hadiah penalti karena tak melihat insiden tersebut dan skor akhir tetap 3-2 untuk kemenangan Persidafon.

Dengan kemenangan ini, Persidafon meraih tiket terakhir ke ISL 2011/12 menyusul tiga tim lainnya; Persiba Bantul, Persiraja Banda Aceh dan Mitra Kukar.

source: detik.com

Brothers for Persikabo on Youtube

iseng2 bikin video koleksi foto2 teman2 Brothers, maaf kurang bagus maklum masih amatir... hehee..
song by Opik. Vocal by Hari & Uyuy. Thanks Brader. Bravo Persikabo!

Fabregas Ingin Bantu Anak Indonesia Jadi Pemain Dunia

Jakarta - Alasan Cesc Fabregas, kapten Arsenal dan bintang Timnas Spanyol, ke Indonesia tak lain ingin membantu anak-anak Indonesia agar bisa 'naik kelas' menjadi pemain kelas dunia. Setidaknya, bisa menjadi 'Macan Asia' yang membuat bangga negaranya.

"Anak-anak adalah masa depan. Di sepak bola, mereka sangat penting untuk regenerasi. Saya juga dulunya anak-anak, dan ingin menjadi pesepakbola profesional. Jadi, ini merupakan kehormatan bagi saya untuk membimbing mereka (anak Indonesia)," papar Fabregas dalam jumpa pers di Hotel Shangrila, Jakarta, Rabu (22/6/2011).

Bimbingan yang dimaksud Fabregas adalah memberikan dukungan melalui program pengembangan sepak bola usia dini yang digagas oleh produsen consumer goods Biskuat. Salah satunya melalui ajang Biskuat Tiger Cup 2011.

"Ekspektasi saya, anak-anak bisa enjoy, fun di kompetisi ini. Kamu bisa menang atau kalah, tapi itu tidak masalah. Yang terpenting, kita bisa menghabiskan waktu bersama, senang dan susah. Di sini, kita bisa menjalin banyak pertemanan dan kemudian membawa kita lebih baik di masa depan," kata peraih trofi juara Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010 ini.

Fabregas mengaku bahagia ketika bisa menemani anak-anak dari Indonesia, yang menjadi juara Tiger Cup musim lalu ke London, markas Arsenal. Hal mana membuatnya sangat gembira.

"Saya senang melihat anak-anak happy ketika mereka main ke London. Semoga ini bisa memberi inspirasi mereka dalam bertualang untuk nantinya bermain di liga-liga besar dunia," kata Fabregas.

Dalam kesempatan ini, pria asli Catalan itu juga membagi tips dan trik untuk anak-anak agar bisa mengikuti jejak keberhasilannya.

"Tips saya untuk anak-anak, saya selalu memotivasi diri. Semakin berat lawan-lawanmu, semakin kita ingin melakukan yang lebih baik lagi. Memenangkan sesuatu, menjadi profesional, mengulanginya lagi."

"Ketika kamu kehilangan motivasi, berarti memang waktunya bagi kamu untuk berhenti dan mencoba sesuatu yang baru," cetusnya.

Fabregas mengakui tak mudah bagi seorang anak untuk tumbuh dan mengembangkan karirnya di luar kampung halamannya. Ia sendiri sudah hijrah ke Arsenal di Inggris dari Barcelona, Spanyol, sejak usia yang sangat muda.

"Berat sekali bagi saya. Itu sebabnya saya tahu tak mudah bagi anak-anak. Untungnya saya punya keluarga yang selalu menemani saya," tuntas pemain yang tengah jadi incaran Barcelona itu.

source: detik.com

Fabregas Puji Aksi Timnas Indonesia di Piala AFF

Jakarta - Meski gagal menjadi juara, permainan timnas Indonesia di Piala AFF 2010 lalu banyak mengundang sanjungan. Tak terkecuali pesepakbola top Spanyol Cesc Fabregas yang memuji aksi 'Merah Putih' dan bahkan sempat menontonnya.

Mencetak 18 gol dan tampil sebagai tim terproduktif akhir tahun lalu nyatanya tak cukup membawa Indonesia bertakhta di Piala AFF. Di laga puncak mereka harus mengaku keunggulan Malaysia.

Namun sepakbola aktraktif yang dipertontonkan anak asuh Alfred Riedl mendapat sanjungan dari seluruh masyarakat Indonesia, bahkan sampai ke belahan Eropa sana saat pesepakbola macam Rio Ferdinand, Ryan Babel dan Fabregas turut memberi apresiasi via twitter.

Fabregas yang tengah berada di Jakarta saat ini mengaku mengenal Indonesia juga dari aksi para pesepakbolanya di Piala AFF lalu. Pemain internasional Spanyol itu tak sungkan memuji langsung penampilan apik 'Pasukan Garuda' kala itu.

"Saya tahu timnas Indonesia lewat twitter akhir tahun lalu. Mereka bermain bagus, operan mereka bagus, aliran bolanya dan mereka kompak," ujar Fabregas dalam jumpa pers di Hotel Shangrila, Rabu (22/6/2011) sore WIB.

"Saya sempat menonton sekali dan saya terkesan dengan permainan mereka," tutupnya singkat.

source: detik.com

Suporter Punya Power Untuk Merealisasikan Revolusi PSSI


Andi menilai ada proses pembiaran suporter tetap bentrok, agar mereka tak lagi kritis terhadap isu sepakbola.

Misi revolusi di tubuh PSSI, sejatinya bisa dilaksanakan dengan baik.  Semua pihak bisa turut andil dalam mewujudkannya. Namun, suporter diyakini punya peran yang cukup kuat untuk mengubah wajah sepakbola kita jamak dengan kasus suap.

Mantan pemain timnas Indonesia, Rocky Putiray yang hadir sebagai narasumber dalam diskusi "Revolusi PSSI Menuju Sepakbola Bersih" di Terminal Futsal, Jalan DR Mansyur, Rabu (22/6) siang, memaparkan, sebagai pemain, dia mengaku menyaksikan bagaimana praktik suap itu dijalankan di Liga Indonesia.
Dia mengurai saat berkostum Persijatim beberapa tahun lalu, dia diiming-imingi uang agar tak menjebolkan gol ke gawang lawan.  “Saya ditawari uang sama manajemen supaya tidak cetak gol. Saya saat itu mengambil uangnya, itu lantaran gaji saya kira-kira empat bulan enggak dibayar. Tapi pas pertandingan, saya cetak gol,” ujarnya di acara yang dilaksanakan oleh SMecK dan Koalisi Suporter untuk Revolusi PSSI itu.



Pemain kelahiran Maluku 26 Juni 1970 ini mengungkapkan praktik suap tidak hanya melanda liga, namun juga untuk level tim nasional. Dia mengurai kejadian tahun 1997 di Sea Games. Saat Indonesia menang 3-0 dari Filipina, malah dimarahi.  “Dan tahun 2000 di Libanon, ada beberapa pemain timnas yang saat itu Indonesia kalah 3-0 dari China malah dikasih bonus sama petinggi-petinggi, ada lima pemainlah yang dipanggil saat itu,” kenang mantan pemain South China AA.

Pencetak dua gol ke gawang AC Milan pada 31 Mei 2004, pada pertandingan persahabatan antara Kitchee FC dan AC Milan ini menilai, kasus yang terjadi di depan matanya ini, hanya sebagian kecil dari persoalan yang begitu banyak di ranah Indonesia. Untuk itu, dia memastikan bahwa suporter bisa menjadi aktor penting dalam menguak kasus suap di sepakbola.

Dia merunut bahwa suporterlah yang sangat tahu bagaimana pemain di timnya.  Jika dalam pantauan suporter pemainnya selalu berlatih dan bermain dalam level 9, kemudian ada momen tertentu bermain di level 5, ini yang perlu dipertanyakan dan dibongkar. “Seorang pemain hanya bisa drop tiga kali dalam semusim, itu pun dari sembilan jatuhnya level enam, kalau sampai level lima, itu sudah tanda tanya besar. Kalau suporter sayang sama klubnya, laporkan keganjilan ini,” tutur pemain yang sempat membela tim Liga Hongkong, bersama Instant Dict ini.

Apung Widadi dari Indonesian Coruption Watch (ICW) menambahkan, kasus suap dalam sepakbola Indonesia jarang yang masuk ke ranah hukum, karena petinggi PSSI saat ini juga korup. Akses untuk menuntaskan kasus suap sering kali tidak berjalan. Padahal diakuinya, pada tahun 1980, ada kasus suap yang diproses yang menimpa PSMS, dalam sepakbola gajah yang memicu munculnya UU No 11 Tahun 1980 tentang tindak pidana suap.  “Saat itu ada beberapa pemain dan pengacara pemain yang dijerat hukuman dua tahun dan denda Rp15 juta.  Lalu mengapa nyaris dua puluh tahun setelah itu, jarang sekali kasus suap dalam sepakbola dijerat karena PSSInya juga cukup korup,” tuturnya.

Di sini, lagi-lagi, lanjutnya, peran suporter sangat membantu, dengan melapor ketika ada info. “Selama ini yang terjadi sulit diproses juga karena tim dan pemain juga  suporter takut untuk melapor karena yang melapor  jika terlibat akan mendapatkan hukuman yang lebih. Kita miris lihat negara lain,  yang banyak sekali kasus suapnya, bisa diproses, pemain, pengurus disanksi,” lanjutnya.

“Yang paling penting, kelompok-kelompok suporter harus bersatu dan dinamis dalam mengangkat pemikiran-pemikiran untuk sepakbola. Teman-teman suporter bisa mendorong KPK dan Mendagri,” timpalnya.

Narasumber lainnya, Andi Peci dari Koalisi Suporter untuk Revolusi PSSI menambahkan, berharap dari hasil Kongres PSSI nanti ada perubahan yang mampu mengatasi problematika sepakbola. Sebab, diakuinya saat ini masalah dalam sepakbola belum terpecahkan.  Dalam suporter sendiri adalah persoalan blok. “Suporter punya blok-blok, sehingga ketika ada problematika dalam sepakbola dan diharapkan pada revolusi sepakbola, kita juga terpecah-pecah dalam memutuskan sesuatu,” ujar suporter dari Persebaya ini.

Dalam suporter sendiri, di Indonesia masih sulit terbebas dari bentrok. Namun dia menilai bentrokan suporter terjadi bukan hanya dari diri suporter sendiri.  Dia mengatakan, ada proses pembiaran agar suporter tetap bentrok, agar suporter tak lagi kritis terhadap isu sepakbola.

“Agar suporter dikandangkan, bayangkan saja kami (Bonek) harus meninggalkan pertandingan hanya karena ingin meloloskan tim Pelita, dibilanglah karena bonek,” tukasnya.

Andi menegaskan, rivalitas dalam sepakbola hal yang biasa. Namun jangan sampai ada proses pembiaran agar bentrok tetap terjadi, dan bahkan harus ada korban jiwa.  “Kami sendiri sebagai suporter tahunya tim menang, namun kita enggak tahu soal praktik haram di sepakbola. Seperti tahun 2004, kita mana tahu Persebaya juara juga karena diatur, kami tahunya hanya  konvoi ketika tim juara.  Maka ke depannya, suporter memang harus cerdas dan memahami rivalitas itu biasa dalam sepakbola,” pungkasnya.

source: goal.com

Jarot dan Abo, Ngotot Bertahan

Setelah Erik Ebol dan Septian Suharlan menolak tawaran Bogor Raya FC untuk bergabung pada putaran kedua Liga Primer Indonesia (LPI) yang dihelat pasca Idul Fitri mendatang, kini giliran gelandang serang Persikabo, Jarot, yang ogah bergabung dengan Sriwijaya FC di musim 2011-2012.
Jarot mengatakan, ajakan tim berjuluk Laskar Wong Kito itu secara terang-terangan ia tolak.
Karena, dirinya masih ingin membela Persikabo di musim mendatang. Selain itu, ia sudah menganggap Cibinong sebagai rumah barunya.
“Saya masih ingin main di Bogor, kan saya juga sudah punya KTP Bogor, makanya saya ingin tetap di sini (Bogor, red). Saya sudah betah, orang-orangnya sudah seperti keluarga, walau kasta Sriwijaya di atas Persikabo,” ujarnya saat dihubungi Radar Bogor via telepon genggam.
Kendati tawaran Sriwijaya FC cukup mengiurkan, Jarot tetap pada pendiriannya berbaju hijau kuning.
Ia bercita-cita meloloskan Laskar Pajajaran ke Indonesia Super League (ISL). “Saya masih ingin membawa Persikabo menembus ISL. Maka itu, bertahan merupakan pilihan terakhir saya,” tegasnya.
Hal serupa dilakukan mantan bomber timnas Garuda, Zaenal Arief terhadap Bandung FC. Menurut Zaenal, ia ingin menjadikan Persikabo sebagai klub terakhirnya, dan membawa Laskar Pajajaran naik level ke ISL. “Saya ingin pensiun sebagai pesepakbola profesional di Persikabo. Tapi sebelumnya saya mau membuat tim ini juara dulu,” ucap pria yang akrab disapa Abo itu.
Lebih lanjut, Persikabo merupakan tim solid dengan kekeluargaan yang tinggi. Di samping itu, Kabomania dan masyarakat sekitar juga sangat ramah, sehingga memberi kesan khusus selama saya membela Laskar Pajajaran.
“Saya betah sekali di Persikabo,makanya saya menolak Bandung FC, walau saya sendiri orang Bandung,” jelas Abo.
Dalam kesempatan berbeda, penjaga gawang Wawan Darmawan yang sedang dibidik Batavia Union mengaku masih belum bisa menentukan sikap. Apakah menerima atau menolak tawaran tersebut. Karena masih menunggu hasil kongres PSSI 30 Juni mendatang, yang sangat mempengaruhi dunia persepakbolaan Indonesia.
“Saya masih belum bisa memutuskan ke mana akan melangkah, kita lihat saja nanti pascakongres.
Soalnya nasib LPI juga belum jelas, kalau tiba-tiba dibubarkan, bagaimana nasib saya dan keluarga,” tuturnya.
Source : Radar Bogor

Mantan Bintang MBR Panaskan Bursa Pelatih Persikabo

Teka teki siapa yang akan menjadi peracik strategi Persikabo semakin memanas. Setelah sebelumnya, Peter Jorg Steinebrunner memastikan diri melamar dan menguatnya wacana duet Suimin Diharja dan John Arwandi.
Kini giliran, mantan bintang Mastrans Bandung Raya (MBR), Heri Rafni Kotari, ikut meramaikan calon pelatih tim kebanggaan warga Bogor tersebut.

 Bagi mantan anak didik Henk Wullems ini, Bogor bukan kota yang asing lagi. Pasalnya, ia pernah merumput bersama Persikabo musim kompetisi 1998 hingga 2000 dan PSB Kota Bogor 2004-2005.
“Insya Allah, saya siap untuk menjadi pelatih Persikabo” katanya kepada Pakar, kemarin.
Lebih lanjut, pria yang telah memegang sertifikat pelatih berlisensi A ini mengakui sangat antusias dengan perkembangan sepakbola di Kabupaten Bogor dengan munculnya Sekolah-sekolah Sepak Bola (SSB) dan fanatisnya Kabomania.
“Jujur, saya tertarik melatih disini karena melihat banyaknya potensi berbakat yang dimiliki Bogor melalui ajang Piala Emas Rachmat Yasin (PERY), kemarin. Hal itu semakin membuat saya tertantang untuk bisa memoles mereka musim depan,” ujarnya serius.
Namun begitu, ia juga mengakui jika karier kepelatihannya memang belum begitu menonjol dan ingin membuktikan kapasitasnya ke kancah persepakbolaan nasional. Karena itu, ia optimis dengan semangat yang dimiliki warga Kabupaten Bogor bisa mengangkat kembali pasukan hijau-hijau itu ke Liga Super Indonesia (LSI).

source: pakuan raya
Nama:  Heri Rafni Kotari
Tempat Lahir:  Ciamis
Tanggal Lahir:  01 October 1971
Tinggi:   cm
Berat badan:   kg
Posisi:  Penyerang
Karir Klub:  Persikab (1999 - )
 Persikabo (1997-98)
 Bandung Raya (1994-97)
Negara:  Indonesia
Heri Rafni Kotari