Jumat, 24 Juni 2011

Percayakan Pada RY

CIBINONG - Tahun ini merupakan tahun terakhir dimana masing-masing daerah boleh membiayai klub sepakbola profesional menggunakan dana APBD. Itu artinya, banyak klub sepakbola yang siap-siap gulung tikar lantaran belum mampu berjalan mandiri tanpa sokongan dana APBD. Kondisi seperti itu, tentu bisa saja menghantui tim kebanggan Masyarakat Kabupaten Bogor, Persikabo, jika mereka tak siap dengan wacana pemerintah tersebut. Namun, sejauh ini para pengurus Persikabo tampak tenang -tenang saja menyikapi perkembangan soal tidak bolehnya penggunaan dana APBD. Bahkan, Ketua Umum Persikabo, Rachmat Yasin justru melemparkan ide baru untuk menyiasati hal tersebut dengan membentuk kembali Liga Perserikatan seperti era tahun 80-an lalu. Menyikapi keputusan dari pemerintah pusat soal pelarangan dana APBD untuk tim sepakbola Profesional yang ada di Indonesia, Wawan Haikal salah seorang wakil rakyat dan masyarakat bola Kabupaten Bogor mengatakan, akan sangat sulit bagi Persikabo ataupun klub-klub sepakbola peserta kompetisi ISL dan Divisi Utama jika tanpa APBD.
"Akan sangat sulit bagi para klub untuk bisa lepas total dari dana APBD, buktinya masih banyak klub-klub yang kesulitasn bayar gaji pemainnya, meskipun masih mendapat bantuan dari dana APBD, yang ada semakin banyak klub gulung tikar karena tidak mampu membiayai klubnya," ucap Wawan Haikal kepada Pakar, kemarin. Kendati demikian, pria yang juga menjabat sebagai Ketua PLGI Kabupaten Bogor ini tetap merasa yakin jika Ketua Umum Persikabo punya ide brilian untuk tetap mempertahankan kelangsungan Persikabo supaya eksis dalam kompetisi sepakbola nasional. 
"Saya yakin, kang RY sudah menyiapkan gagasan yang rasional dan logis kalau memang Persikabo tidak pakai APBD. Apalagi di Kabupaten Bogor banyak sekali perusahan-perusahaan besar seperti PT Antam, Holcim, PT Indocement dll , yang bisa menopang dan melakukan kerjasama sebagai sponsor dengan Persikabo," tegas Wawan Haikal. 
Sementara itu, Kamaludin, salah seorang anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Demokrat mengatakan, semua pengurus klub sepakbola di Indonesia tentunya saat ini tengah pusing dan bingung terkait pelarangan dana APBD buat tim sepakbola Profesional. "Kalau memang tidak boleh lagi menggunakan dana APBD, maka pengurus Persikabo ataupun Pemkab Bogor harus bisa merayu dan mengoptimalkan sektor swasta yang ada di Kabupaten Bogor. Saya yakin Persikabo tetap eksis kalau para pengurus mau melakukan terobosan kerjasama dengan sektor swasta," ujar Kamaludin.

source: pakuan raya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar