Senin, 27 Juni 2011

Alfred Jakarta, Rahmad Palembang


Persoalan dualisme pelatih di level timnas U-23 akhirnya tuntas. Alfred Riedl dan Rahmad Darmawan sepakat berbagi pekerjaan.
Alfred bakal fokus menangani timnas senior yang akan tampil di Kualifikasi Piala Dunia 2014 didampingi Wolfgang Pikal. Sementara itu Rahmad bakal mengomandoi timnas U-23 yang akan menyongsong Piala AFF U-23 bersama Widodo C. Putro di Palembang.
"Urusan pendistribusian tugas sudah jelas. Masing-masing asisten kini bisa fokus membantu kerja Alfred," ujar Wolfgang.
Rahmad menyebut dirinya tidak pernah keberatan kalaupun harus diposisikan sebagai asisten Alfred.
"Buat saya yang paling penting adalah pembagian tugas yang jelas. Saya tidak ingin bekerja tanpa tahu area kewenangan yang dijalankan," tutur pelatih Persija ini.
Mulai 1 Juli Rahmad akan fokus menempa pemain timnas U-23. Masa persiapan lebih dari dua pekan sebelum memasuki pergelaran turnamen pada 16-28 Juli dinilai cukup.
Riak Tibo
Walau sepakat dalam hal pembagian tugas, masih ada riak-riak persoalan kecil di jajaran manajerial timnas. Persoalan yang paling menghangat adalah soal susunan daftar pemain yang ditetapkan Alfred di dua timnas.
Total akan ada 50 pemain yang dipanggil untuk didistribusikan ke timnas senior dan U-23. Persoalan timbul berkaitan dengan sosok penyerang muda Persipura, Titus Bonai, yang direkomendasikan Rahmad menjadi bagian dari skuad Garuda Muda.
Rahmad suka dengan gaya permainan Tibo. Sayang keinginannya memanggil sang bomber tak direstui Alfred.
Pelatih asal Austria ini telah mencoret sang di perhelatan Pra-Olimpiade lalu. Tibo tertangkap tangan mabuk minuman keras.
Alfred telah menegaskan tidak akan memanggil Tibo sepanjang dirinya menangani timnas, "Alfred tidak mau Tibo masuk timnas U-23. Kelakuannya dinilai telah melampaui batas kewajaran,"  ucap Wolfgang.
Alfred sendiri masih mempersilakan Rahmad memasukkan nama Oktovianus Maniani sekalipun sang pemain juga tersandung kasus indisipliner.
"Kasus Okto masih bisa ditoleransi. Ia hanya telat datang latihan. Secara pribadi ia berjanji bertindak lebih disiplin lagi," ujar Wolfgang.
Selain perbedaan presepsi soal pemain, problem keuangan juga berpotensi mengganggu timnas.
Deputi Bidang Teknis BTN, Iman Arif, sebelum berangkat ke AS mengaku belum mendapat kepastian pendanaan buat menopang program pelatnas. "Jujur saja saya tidak bisa leluasa bergerak karena kas BTN benar-benar kosong," ungkap Iman. Meski demikian kabarnya sejumlah BUMN akan segera menggelontorkan dana ke timnas U-23 sebesar Rp 9 miliar.


Program Timnas Senior
3 Juli: Berkumpul di Jakarta
4 Juli: Mulai sesi latihan
19 Juli: Berangkat ke Turkmenistan
23 Juli: Leg pertama vs Turkmenistan
24 Juli: Kembali ke Jakarta dan melakukan sesi latihan
28 Juli: Leg pertama vs Turkmenistan 

TIMNAS U-23 
1 Juli: Berkumpul di Palembang
2 Juli: Mulai sesi latihan
8 Juli: Uji coba dengan tim lokal
12 Juli: Uji coba dengan tim lokal
16-28 Juli: Tampil di Piala AFF U-23



source: bolanews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar