Setelah Erik Ebol dan Septian Suharlan menolak tawaran Bogor Raya FC untuk bergabung pada putaran kedua Liga Primer Indonesia (LPI) yang dihelat pasca Idul Fitri mendatang, kini giliran gelandang serang Persikabo, Jarot, yang ogah bergabung dengan Sriwijaya FC di musim 2011-2012.Jarot mengatakan, ajakan tim berjuluk Laskar Wong Kito itu secara terang-terangan ia tolak.
Karena, dirinya masih ingin membela Persikabo di musim mendatang. Selain itu, ia sudah menganggap Cibinong sebagai rumah barunya.
“Saya masih ingin main di Bogor, kan saya juga sudah punya KTP Bogor, makanya saya ingin tetap di sini (Bogor, red). Saya sudah betah, orang-orangnya sudah seperti keluarga, walau kasta Sriwijaya di atas Persikabo,” ujarnya saat dihubungi Radar Bogor via telepon genggam.
Kendati tawaran Sriwijaya FC cukup mengiurkan, Jarot tetap pada pendiriannya berbaju hijau kuning.
Ia bercita-cita meloloskan Laskar Pajajaran ke Indonesia Super League (ISL). “Saya masih ingin membawa Persikabo menembus ISL. Maka itu, bertahan merupakan pilihan terakhir saya,” tegasnya.
Hal serupa dilakukan mantan bomber timnas Garuda, Zaenal Arief terhadap Bandung FC. Menurut Zaenal, ia ingin menjadikan Persikabo sebagai klub terakhirnya, dan membawa Laskar Pajajaran naik level ke ISL. “Saya ingin pensiun sebagai pesepakbola profesional di Persikabo. Tapi sebelumnya saya mau membuat tim ini juara dulu,” ucap pria yang akrab disapa Abo itu.
Lebih lanjut, Persikabo merupakan tim solid dengan kekeluargaan yang tinggi. Di samping itu, Kabomania dan masyarakat sekitar juga sangat ramah, sehingga memberi kesan khusus selama saya membela Laskar Pajajaran.
“Saya betah sekali di Persikabo,makanya saya menolak Bandung FC, walau saya sendiri orang Bandung,” jelas Abo.
Dalam kesempatan berbeda, penjaga gawang Wawan Darmawan yang sedang dibidik Batavia Union mengaku masih belum bisa menentukan sikap. Apakah menerima atau menolak tawaran tersebut. Karena masih menunggu hasil kongres PSSI 30 Juni mendatang, yang sangat mempengaruhi dunia persepakbolaan Indonesia.
“Saya masih belum bisa memutuskan ke mana akan melangkah, kita lihat saja nanti pascakongres.
Soalnya nasib LPI juga belum jelas, kalau tiba-tiba dibubarkan, bagaimana nasib saya dan keluarga,” tuturnya.
Source : Radar Bogor
Tidak ada komentar:
Posting Komentar