Mau Ontrog Pendopo, Jika Uang Kompensasi Tiket Belum Dikembalikan PanpelCibinong - Kabar mengejutkan keluar dari Kabomania. Panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persikabo Kabupaten Bogor dinilai ingkar janji. Akibatnya, kelompok suporter pendukung Laskar Pajajaran, Kabomania marah besar. Masalahnya uang kompensasi tiket yang dijanjikan panpel tak kunjung diterima Kabomania. Hal itu terungkap pada acara silaturahmi korwil Kabomania di Gedung KNPI Cibinong, Minggu (26/6).
“Kami dijanjikan uang itu setelah pertandingan terakhir (30 April-red), namun hingga kini belum diterima,” ujar penanggungjawab korlap Kabomania, Untoro RT. “Semua korwil menanyakan terus uang itu, bukan apa-apa masih ada hutang ke pihak luar untuk mengganti keributan suporter,” sambung Ketua Harian Kabomania, Kemal Fasya.
Kabomania menegaskan, hanya menagih kompensasi tiket pada putaran kedua sebanyak 12 pertandingan. Karena kala itu, panpel sepakat menaikan harga tiket menjadi Rp 5.000 untuk anggota Kabomania yang semula pada putaran pertama hanya separuhnya. Uang tiket sebesar itu, Kabomania akan mendapat kompensasi Rp 1000 untuk kas.
Asumsi minimal, jika tiket Kabomania sebanyak 3. 000 lembar terjual, maka sudah ada uang Kabomania sebesar Rp 3.000.000, dikalikan 7 pertandingan misalnya, maka kas Kabomania akan terisi sebesar Rp 21.000.000. Kabomania menegaskan, jika panpel tak memiliki i’tikad baik, seluruh anggota Kabomania akan menarik diri dan antipati dengan Persikabo. “Kami sudah bosan menenangkan anggota yang menanyakan terus uang itu. Mereka kan awalnya mau bayar karena ada kompensasi yang bakal diterima,” ungkap Untoro lagi.
Kabomania dan panpel sudah melakukan pertemuan, namun jawaban tak memuaskan diterima Kabomania, alasannya panpel menunggu pencairan dana dari Pengcab PSSI Kabupaten Bogor. Loh, kok Pengcab?. “Biar kita demo saja ke pendopo dan utarakan langsung ke Ketua Umum Persikabo Rachmat Yasin,” seru salah satu anggota Kabomania yang mengaku tak habis pikir dengan alasan panpel. Sementara Ketua Panpel Edison Hutahean belum dapat dikonfirmasi. Hingga Minggu (26/6) malam, telepon selularnya tak bisa dihubungi.
source: jurnal bogor
Tidak ada komentar:
Posting Komentar